Tingkatkan Pengawasan Rute yang Digunakan Penyelundup

Ketua DPR Bambang Soesatyo (VIVA)

Jakarta 9/10 (Asatunews.co.id) — Tim Gabungan Polisi bersama Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster sebanyak 61 ribu ekor atau senilai Rp9,1 miliar yang akan dibawa ke perairan laut Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi menuju Singapura (8/10).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, pimpinan DPR melalui Komisi III DPR dan Komisi IV DPR meminta Kepolisian bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BKIPM, untuk terus meningkatkan pengawasan rute-rute yang sering digunakan oleh penyelundup.

“Mendorong Komisi III DPR meminta Kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut serta menindak tegas pihak-pihak yang melakukan penyelundupan benih lobster sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan Dan/Atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Diungkapkan, bahwa pelaku penyelundup benih lobster tersebut masih dalam upaya pengejaran petugas dan kasus penyelundupan di Jambi sudah terjadi sebanyak 3 kali dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini juga menyatakan, pimpinan DPR melalui Komisi III DPR, Komisi IV DPR, Komisi V DPR dan Komisi XI DPR meminta Kepolisian, KKP melalui BKIPM, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) untuk meningkatkan koordinasi dalam melakukan operasi pemantauan di seluruh wilayah di Indonesia.

“Mencakup pintu keluar dan masuk jalur perdagangan seperti bandar udara dan pelabuhan laut, serta mengawasi dan menindak tegas kapal-kapal yang melakukan transaksi di tengah laut, mengingat sepanjang tahun 2017 upaya penyelundupan kasus benih lobster sudah terjadi sebanyak 77 kali yang juga menimbulkan kerugian besar bagi negara,” demikian Ketua DPR. []

163 total views, 2 views today