Global

Terus Upayakan Pembebasan Dua Nelayan WNI yang Diculik di Malaysia

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta 14/9 (Asatunews.co.id) — Penculikan dua nelayan WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia di Perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia pada 11 September lalu, direspon Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini mendorong Komisi I DPR meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia dan Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan otoritas Malaysia dalam melakukan upaya pembebasan kedua nelayan WNI tersebut.

“Mendorong Komisi I DPR meminta Kementerian Luar Negeri melalui Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri untuk segera berkordinasi dengan Konsul RI di Malaysia dan bekerja sama dengan otoritas keamanan di wilayah tersebut guna upaya mengetahui kelompok bersenjata mana yang melakukan aksi tersebut,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Mantan Ketua Komisi III DPR ini juga mendorong Komisi I DPR dan Komisi III DPR meminta Kemenlu RI bersama TNI, Interpol, dan Polisi Perairan (Polair) yang menjaga perbatasan untuk berkoordinasi dengan Perwira penghubung di Malaysia untuk segera mengungkap latar belakang penculikan yang terjadi serta mengusut tuntas kasus penculikan terhadap 2 nelayan WNI tersebut, mengingat hingga saat ini kedua WNI tersebut belum diketahui keberadaannya.

“Mendorong Komisi I DPR meminta Kemenlu untuk memanggil Duta Besar (Dubes) Malaysia di Indonesia serta berkoordinasi dengan KJRI dan International Labour Organization (ILO) RI guna melakukan diplomasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan melakukan upaya pembebasan dan pemulangan kedua nelayan WNI tersebut,” papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini mendorong Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR melakukan pembicaraan bilateral secara intensif dengan Parlemen Malaysia guna mencari solusi terhadap upaya pembebasan dan pemulangan kedua nelayan WNI tersebut, serta meminta jaminan keamanan bagi WNI yang bekerja di wilayah Sabah, khususnya yang bekerja sebagai nelayan.

“Mendorong Komisi I DPR dan Komisi III DPR meminta Panglima TNI melalui TNI AL dan TNI AU untuk meningkatkan patroli dan penjagaan bersama tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Filipina) di laut tiga negara tersebut, dan patroli udara yang terkoordinasi oleh Angkatan Udara tiga negara di wilayah perbatasan, terutama wilayah-wilayah yang rawan kejahatan guna meminimalisir terjadinya tindak kejahatan terhadap WNI, mengingat penculikan WNI di perairan Sabah sudah terjadi beberapa kali,” kata Bamsoet.

“Meminta kepada seluruh WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan untuk memperhatikan imbauan KJRI di Kinabalu dan Konsulat RI Tawau untuk sementara tidak melakukan aktivitas/melaut di perairan tersebut hingga situasi keamanan di wilayah tersebut kondusif dan diperolehnya jaminan keamanan dari otoritas setempat, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” demikian Ketua DPR. []

183 total views, 6 views today

Popular

To Top