Target PLN Masih Meleset, DPR Desak Realisasi Listrik 35.000 MW

Ketua DPR Bambang Soesatyo

Jakarta 9/10 (Asatunews.co.id) —Target PT PLN untuk mengaliri listrik di 3.270 desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum tercapai. Pada Oktober 2018 masih terdapat 871 desa yang belum teraliri listrik, dikarenakan sulitnya akses menuju desa-desa tersebut, dan terbatasnya jumlah vendor untuk membangun jaringan listrik.

Merespon hal tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, bahwa pimpinan DPR melalui Komisi VI DPR mendesak realisasi pembangunan listrik 35.000 MW dan meminta PT PLN untuk segera melakukan pemetaan terhadap akses jalan menuju 871 desa tersebut, serta merekrut vendor sesuai dengan kebutuhan pembangunan listrik, mengingat PT. PLN sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan listrik desa hingga 100% sampai akhir tahun ini.

“Pimpinan DPR melalui Komisi VII DPR meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempersiapkan seluruh keperluan, baik sarana, prasarana, dan infrastruktur yang memadai, agar kebutuhan jaringan listrik dia 871 desa tersebut dapat terealisasi,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini juga menyatakan, pimpinan DPR melalui Komisi VII DPR meminta Kementerian ESDM untuk tetap meningkatkan penggunaan kandungan lokal (tingkat kandungan dalam negeri/TKDN) dalam memenuhi seluruh kebutuhan proyek pembangkit listrik, guna mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan elektrifikasi di Indonesia.

“Mendorong Komisi VI DPR meminta PT. PLN untuk memastikan kondisi ekonomi masyarakat agar pembayaran untuk fasilitas listrik tidak menjadi beban dan mengimbau masyarakat di desa yang sudah teraliri listrik untuk dapat menggunakan listrik secara hemat dan efisien,” demikian Ketua DPR. []

90 total views, 2 views today