Segera Lakukan Pemadaman Lahan Hutan yang Terbakar

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (INDONESIA RAYA)

Jakarta 5/10 (Asatunews.co.id). — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan pimpinan DPR melalui Komisi IV DPR meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Satgas Karhutla untuk segera melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar.

“Lakukan upaya untuk mencegah penyebaran titik api, serta memberikan solusi berupa bantuan air atau pemadaman kepada wilayah yang terkendala akses sumber air, agar dapat meminimalisir masyarakat yang terdampak dari paparan asap akibat Karhutla,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Penegasan Ketua DPR ini terkait meningkatnya jumlah kasus yang terpapar infeksi saluran pernapasan akut/ISPA, yaitu sejumlah 45.883 kasus (31.326 kasus diantaranya terjadi pada balita) akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan tengah, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung periode Januari-September.

“Mendorong Komisi II DPR meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendesak Dinas Pemadam Kebakaran, terutama di Provinsi Kalimantan tengah, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung, untuk memperbaharui, menambah alat sesuai kebutuhan, dan melakukan peremajaan alat,” tambahnya

Langkah tersebut menurut Bamsoet untuk mempermudah dalam melakukan pemadaman api jika terjadi kebakaran-kebakaran besar.

Legislator asal Dapil VII Jateng ini juga menyebutkan pimpinan DPR melalui
Komisi IV DPR, Komisi V DPR, Komisi VIII DPR, dan Komisi IX DPR meminta KLHK, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didampingi Pemerintah Daerah untuk tetap waspada terhadap kemunculan titik api di berbagai wilayah Kalimantan tengah, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.

“Selain melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap dampak Karhutla pada kesehatan masyarakat dengan mempersiapkan seluruh kebutuhan obat-obatan dan alat medis bagi warga, mengingat jumlah masyarakat yang terpapar ISPA terus mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Pimpinan DPR juga mendorong Komisi V DPR dan Komisi VII DPR meminta BMKG untuk menjelaskan kondisi musim kemarau di Indonesia yang sudah mengakibatkan beberapa daerah mengalami kekeringan air dan mengakibatkan munculnya beberapa titik api, serta bersama BPPT melakukan modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan, guna menanggulangi kebakaran hutan, penyebaran titik api, dan asap yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membuang atau membawa barang-barang yang mudah terbakar ke wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran,” demikian Ketua DPR. ()

59 total views, 2 views today