Segera Benahi Sarana dan Prasarana Perekaman KTP Elektronik

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo/PIKIRAN RAKYAT

Jakarta 18/9 (Asatunews.co.id) — Sekitar 11 juta warga terancam kehilangan hak pilih karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik (KTP-E). Lima juta warga merupakan pemilih pemula yang pada 1 Januari 2018-17 April 2019 telah berusia 17 tahun, tapi belum memiliki KTP-E dan 6 juta warga merupakan pemilih non-pemula berusia 23 tahun ke atas yang belum melakukan perekaman KTP-E (data Kependudukan dan Pencatatan Sipil/Dukcapil Kementerian Dalam Negeri/Kemendagri).

Merespon hal tersebut Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Komisi II DPR meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera membenahi permasalahan sarana dan prasarana dalam perekaman, agar kebutuhan KTP-E masyarakat dapat dipenuhi.

“Mendorong Komisi II DPR meminta Kemendagri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), bersama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) agar proaktif dalam memfasilitasi masyarakat untuk melakukan perekaman data E-KTP, terutama bagi pemilih pemula,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Legislator Partai Golkar dari Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Kebumen, Banjarnegara dan Purbalingga ini menyebutkan, pimpinan DPR mendorong Komisi II DPR mendukung usulan KPU untuk menggunakan surat keterangan (Suket) bagi para pemilih pemula di Pemilu 2019, mengingat banyaknya jumlah pemilih pemula yaitu mencapai 5.035.887 pemilih.

“Mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk segera melakukan perekaman E-KTP, agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 mendatang,” demikian Ketua DPR. []

146 total views, 2 views today