Energi

Sanksi ke Iran Lebih Ringan Tekan Harga Minyak yang Turun

Kilang minyak (CHINIMANDI)

New York, 7/11 (Asatunews.co.id) — Harga minyak turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa (6/11/2018) atau Rabu pagi WIB, dengan minyak mentah AS mencapai terendah delapan bulan, sehari setelah Washington memberikan keringanan sanksi kepada pembeli minyak Iran dan karena Iran mengatakan sejauh ini telah mampu menjual minyak sebanyak yang dibutuhkan.

Minyak mentah Brent berjangka turun 1,04 dolar AS menjadi menetap di 72,13 dolar AS per barel, turun 1,42 persen. Patokan global Brent mencapai terendah sesi di 71,18 dolar AS per barel, tingkat terendah sejak 16 Agustus.

Kontrak berjangka minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 89 sen AS atau 1,41 persen, menjadi menetap di 62,21 dolar AS per barel. WTI mencapai terendah sesi di 61,31 dolar AS per barel, harga terlemah sejak 16 Maret.

Di sisi pasokan, produksi minyak mentah AS diperkirakan rata-rata 12,06 juta barel per hari (bph) pada 2019, melampaui tonggak 12 juta barel per hari lebih cepat dari yang diperkirakan karena lonjakan produksi minyak serpih domestik, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Selasa (6/11).

Stok minyak mentah AS naik 7,8 juta barel dalam pekan yang berakhir 2 November menjadi 432 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan pada Selasa (6/11). Analis memperkirakan peningkatan 2,4 juta barel.

Produksi minyak sedang meningkat dari tiga produsen teratas dunia. Rusia, Amerika Serikat dan Arab Saudi secara gabungan menghasilkan lebih dari 33 juta barel per hari untuk pertama kalinya pada Oktober, cukup untuk memenuhi lebih dari sepertiga dari konsumsi dunia sekitar 100 juta barel per hari.

Eksportir minyak mentah terbesar Arab Saudi telah memangkas harga Desember untuk grade Arab Light-nya bagi pelanggan-pelanggannya di Asia.

Manajer-manajer “hedge fund” adalah penjual bersih berjangka dan opsi terkait minyak minggu lalu.

Morgan Stanley pada Selasa (6/11) menurunkan perkiraan harga untuk Brent, mengatakan patokan global akan tetap di 77,5 dolar AS per barel hingga pertengahan 2019. [Antara]

67 total views, 6 views today

Popular

To Top