SOSOK

Ramon Papana, Bapak Stand-Up Comedy Indonesia

Ramon Papana, Stand-Up Comedy Indonesia

ASATUNEWS.CO.ID—Stand-up comedy adalah genre melawak dimana pelawaknya (disebut komika) membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri, biasanya di depan pemirsa langsung, dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Diawali tahun 1953 Bing Slamet saat menjadi juara lomba lawak tunggal. Tahun 1958 di Bandung muncul pelawak Achmad Yusuf (Us Us atau Abah Us Us) yang kemudian dijuluki sebagai Jerry Lewis Indonesia.

Ramon P. Tommybens (60 tahun), lebih dikenal Ramon Papana adalah sosok yang berperan penting dalam perkembangan stand-up comedy. Ia seorang entertainer yang dikenal dengan konsep-konsep unik hasil kreativitasnya. Menjadi Disc Jockey profesional pertama di Indonesia. Banyak Discoheque terkenal di Jakarta dan Bandung pernah disinggahinya sebagai Home DJ. Ia bahkan dijuluki sebagai Bapak Disc Jockey Indonesia.

Stand-Up Comedy di Indonesia sebenarnya sudah ‘lahir’ ketika Ramon Papana dan Harry de Fretes, menyelenggarakan Lomba Lawak Tunggal di Café milik mereka ( Boim Café ) tahun 1992. Turut memeriahkan lomba ini antara lain, Alm. Ateng, Alm. Cholik, Harry de Fretes, Alm. Ade Juwita, Alm. Otong Lenon, Alm. Taufik Savalas, Tukul Arwana, dan Alm. Ade Namnung.

Tahun 1997 Ramon membuka Comedy Café Indonesia (disingkat COCAINE CAFE). Disini dimulai acara “Open Mic” (ketika itu dinamakan acara “Bintang Baru”) yang memperbolehkan siapapun tampil di panggung untuk melucu.

Lomba Lawak Tunggal kembali diselenggarakan tanggal 25 Agustus 2003 di Comedy Café Indonesia (ketika itu berlokasi di KTS-SCBD Jakarta ) dihadiri oleh Taufik Savalas, Eko Patrio, Ulfa Dwiyanti, Gugun Gondrong, Sys NS, Amazon Dalimunthe, Imron Rani, Alm. Ade Namnung.

Tahun 2011, geliat Stand-Up Comedy di Indonesia semakin hebat dan menjalar di wilayah Indonesia. Media cetak dan elektronik menulis dan meliput tentang bangkitnya Stand-Up Comedy. Walaupun pelaksanaan kompetisi Stand-Up masih jauh dari standard Stand-Up Comedy International dan Standard Kompetisi.

Booming stand-up comedy di Indonesia sepanjang 2012 juga tidak bisa menghindari wilayah sensitif. Ramon bahkan melihat, saat ini sudah ada distorsi. Dari materi lelucon yang sudah sangat populer, vulgar, sampai menghina orang atau institusi. “Saya nggak mau orang nanti mengidentikkan stand-up comedy dengan menghina-hina atau lelucon jorok,” katanya.

Menurut dia, kultur di Indonesia menuntut adanya batasan dalam stand up comedy. Tahun 2012 Ramon menulis buku ‘Kiat Tahap Awal Belajar Stand Up Comedy Indonesia’ (disingkat KiTAB SUCI), Ramon menulis bahwa para comic Indonesia haruslah menghindari SARAP (suku, agama, ras, antar-golongan, pornografi). Sasarannya menjadi “Smart Comedian”.

Kelucuan stand-up comedy tidak bersumber dari atribut (kostum, make-up, properti), melainkan dari logika verbal. “Prinsipnya, don’t try to be funny, but tell something funny,” ujarnya. Karena peran besarnya ini Ramon bisa dijuluki Bapak Stand-Up Comedy Indonesia. []

2,602 total views, 15 views today

Popular

To Top