Politik

Program Pelatihan Kerja Mampu Tingkatkan Kemampuan Remaja Indonesia

Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN DPR RI)

Jakarta 7/11 (Asatunews.co.id) — Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 menunjukkan hampir separuh remaja umur 15-24 tahun yang telah memasuki dunia kerja. Namun berada di level rendah bergaji murah dan tidak terjamin kesejahteraannya.

Untuk itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk membuat program-program pelatihan kerja yang bisa meningkatkan kemampuan remaja di Indonesia agar dapat bekerja secara tepat dan efisien, mengingat jumlah remaja di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 44,4 juta orang dan tingkat pengangguran yang masih mencapai 5,34 persen pada Agustus 2018 yang sebagian besar merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Mendorong Kemenpora untuk melakukan sosialisasi terkait pentingnya kompetensi diri ke sekolah-sekolah, agar remaja di Indonesia memiliki tingkat intelegensi yang tinggi dan kemampuan yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi,” kata Bamsoet dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Politisi Partai Golkar dari Dapil VII Jateng ini juga memberikan dorongan kepada pemerintah, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk dapat mengubah image remaja terhadap dunia pendidikan, agar mereka dapat mengembangkan kemampuan diri dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), sehingga mereka dapat menentukan bidang ilmu yang sesuai dengan kemampuan diri.

“Mendorong pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh remaja dalam menghadapi perkembangan Iptek,” jelasnya.

Ketua DPR juga mengimbau seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan formal, keluarga, dan masyarakat secara umum, untuk berperan dalam mempersiapkan dan mendorong remaja guna membentuk kompetensi diri serta kesiapan remaja dalam menghadapi kemajuan zaman dan teknologi. []

137 total views, 6 views today

Popular

To Top