Industri

Lakukan Kajian Kebutuhan Benih Jagung

BIRO PEMBERITAAN DPR RI

Jakarta 6/11 (Asatunews.co.id) — Terkait perbedaan data benih jagung antara data Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu sebanyak 33 juta ton dengan data benih yang tersebar di kalangan petani yaitu 16.5 juta ton (data Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia), Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementan, Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan instansi terkait lainnya untuk mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Mendorong Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) untuk melakukan kajian terhadap kebutuhan benih jagung untuk setiap hektarnya, sehingga total kebutuhan benih jagung dapat diketahui,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Politisi Partai Golkar dari Dapil VII Jateng ini juga memberikan dorongan kepada
Kemendag untuk meminta data benih jagung dari Kementan maupun dari BPS untuk dilakukan kajian terkait stok benih jagung, sehingga dapat mencegah atau meminimalisir impor yang berpotensi merugikan petani jagung.

“Mendorong pemerintah melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan harga jagung di pasaran tetap stabil sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 58 tahun 2018 yang menetapkan harga jagung Rp. 4000 per kg di tingkat pabrik,” demikian Ketua DPR. (**)

53 total views, 6 views today

Popular

To Top