Jakarta 24

Ketua DPR Sampaikan Belasungkawa dan Kecam Keras Aksi Tawuran

Bambang Soesatyo (RRI)

Jakarta 2/11 (Asatunews.co.id) — Seorang pelajar meninggal dunia dan dua lainnya terluka, akibat tawuran tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terjadi di Bintaro, Jakarta Selatan pada 31 Oktober lalu. Delapan pelajar ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengecam keras aksi tawuran yang dilakukan oleh para pelajar serta meminta Kepala Sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan bimbingan melalui guru Bimbingan Penyuluhan (BP/ Konselor Sekolah) agar siswa dan siswi dapat memahami aturan yang ada di sekolah dan menerapkan sanksi bagi siswa yang melanggar.

“Meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) untuk mengkaji aturan hukum terkait pencegahan tawuran, penanganan terhadap tawuran dan pembinaan kepada pelajar dimana harus ada kerja sama antara sekolah, Kepolisian, Pemerintah Daerah dan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah serta orang tua, agar jangan sampai terjadi kembali kasus tawuran pelajar,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Politisi Partai Golkar dari Dapil VII Jateng ini juga mendorong Kepolisian membuat regulasi/ Standard Operational Procedure (SOP) guna meningkatkan pengawasan dan penjagaan di wilayah-wilayah yang rawan akan aksi tawuran dengan melakukan patroli pada saat jam pulang sekolah agar mencegah kasus seperti ini terjadi kembali serta melakukan razia minuman keras dan narkotika di lingkungan sekolah secara rutin.

“Mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengkaji dan mengevaluasi kurikulum yang berlaku saat ini dan memperbaiki kurikulum yang sudah tidak sesuai atau menambah jam pelajaran khususnya untuk pendidikan agama, pendidikan budi pekerti, dan sejarah,” tambahnya.

Ketua DPR juga memberikan dorongan kepada Kepala Sekolah untuk melakukan inovasi dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan siswa/siswi antar kelas dan antar sekolah, dan disesuaikan dengan minat masing-masing siswa (seperti mengadakan dinamika kelompok, turnamen olahraga, dan kegiatan seni antar sekolah), guna mengurangi aksi tawuran dan menciptakan kerukunan antar pelajar.

“Pemerintah Daerah diharapkan untuk menyediakan dan mengoptimalkan fasilitas untuk kegiatan olahraga, seni dan minat baca (Gelanggang Remaja dan perpustakaan daerah), agar dapat dimanfaatkan para pelajar untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat yang positif,” tambahnya.

Mengimbau kepada orang tua untuk memberikan suasana keluarga yang harmonis dan berperan aktif dalam mengawasi dan mendidik dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, mengingat keterlibatan keluarga sangat penting bagi tumbuh kembang anak, demikian Ketua DPR. []

114 total views, 3 views today

Popular

To Top