Hukum

Ketua DPR Saksikan Langsung Rekonstruksi Peluru Nyasar

Ketua DPR Bambang Soesatyo (iNEWS)

Jakarta 19/10 (Asatunews.co.id) — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyaksikan secara langsung rekonstruksi peristiwa peluru nyasar di lapangan tembak Senayan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama terduga pelaku, dan menyaksikan kondisi lapangan tempat kejadian perkara.

“Saya telah meminta BURT untuk mengundang pihak Pengelola Gelora Bung Karno selaku pengelola Lapangan Tembak Perbakin Senayan dan Pengurus Besar Perbakin yang selama ini menyewa tempat tersebut sebagai kantor PB Perbakin serta pihak Sekretariat Negara selaku pemilik lahan tersebut plus Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku pembina atlet olah raga menembak nasional beserta pihak Polri untuk rapat membicarakan langkah-langkah pengamanan Kawasan Gedung Parlemen Senayan yang masuk dalam katagori obyek vital sebagaimana Keppres No.63 tahun 2004. Agar ke depan insiden peluru nyasar tidak terulang kembali,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Sebelumnya, Bamsoet yang juga Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin Perbakin menyampaikan beberapa solusi atau alternatif yang bisa dilakukan. Pertama, relokasi kawasan olahraga menembak tersebut ke tempat lain yang lebih aman dan jauh dari keramaian.

Kedua, pihak keamanan negara (Polri) segera menerapkan standard sistem keamanan obyek vital yang lebih efektif agar para wakil rakyat, karyawan dan rakyat yang berkunjung ke gedung parlemen tersebut terbebas dari rasa was-was, tidak saja pada peluru nyasar tapi juga pada ancaman-ancaman lainnya seperti aksi teror dan aksi penyadapan yang tidak sah.

“Apakah nanti mau dilapisi kaca-kacanya dengan film antipeluru dan antisadap atau tidak, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan,” tegasnya.

Ketiga, melakukan pengetatan SOP dan pengamanan di kawasan lapangan tembak agar obyek atau sasaran tembak tidak mengarah ke gedung Parlemen.

Selain itu, pihak pengelola Gelora Bung Karno juga harus meninggikan tembok berlapis baja agar peluru tidak tembus ke luar kawasan lapangan tembak, termasuk juga diantisipasi tingginya tembok tersebut agar jika ada pengguna senjata olahraga yang lalai seperti kejadian kemarin pelurunya tidak nyasar ke sana kemari. ()

239 total views, 3 views today

Popular

To Top