13
Min, Jun
266 New Articles

Bamsoet: IMI dan Pengelola Tanjung Lesung Siap Teken Kerja Sama  Pengembangan Tanjung Lesung sebagai Pusat Pariwisata Olahraga Automotif

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Balap
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 3/6 -- Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Direksi KEK Tanjung Lesung berencana membuat kesepakatan kerja sama B2B antara pengelola Tanjung Lesung dengan IMI. Terkait pengembangan 85 hektare kawasan KEK Pariwisata Tanjung Lesung sebagai kawasan tujuan wisata dan sport tourism multi function. Dari mulai sport otomotif, water sport, dan aero sport. 

"Pada prinsipnya, IMI siap bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta mana pun. Termasuk dengan pengelola KEK Tanjung Lesung dalam meningkatkan euforia sport tourism. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas lapangan pekerjaan," ujar Bamsoet usai menerima Direksi Tanjung Lesung, di Jakarta, Kamis (3/6/2021). 

Hadir Komisaris dan Direksi Banten West Java, antara lain Setiawan Mardjuki, Basuri T Purnama, Poernomo, Danar Wijanarko. Hadir pula pengurus IMI, antara lain Tinton Soeprapto Robert Batubara, Dwie Aroem Hadiatie, serta Anando Eko. 

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, kerja sama tersebut juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Banten, yang akibat pandemi Covid-19 menyebabkan terhentinya aktivitas pariwisata, turut menyebabkan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten. Dari tahun-tahun sebelumnya bisa menembus Rp8 triliun, menjadi hanya Rp7,88 triliun pada tahun 2020. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini meyakini industri olahraga akan semakin memperoleh tempat dalam percaturan ekonomi global dan nasional. Merujuk pada perekonomian global, kontribusi industri olahraga terhadap GDP dunia ternyata sangat signifikan. 

"Pada tahun 2019 industri olahraga menghasilkan US$700 miliar dalam bentuk sportswear dan apparel serta equipment, dan menjadi salah satu penyumbang penting terhadap GDP dunia. Namun harus diakui kontribusi tersebut masih terkonsentrasi lebih banyak diberikan oleh negara-negara maju. Karenanya Indonesia tidak boleh tertinggal," pungkas Bamsoet. ****