17
Sen, Mei
302 New Articles

Wakil Ketua DPR Prihatin Penyerangan Terhadap Syekh Ali Jaber

Azis Syamsuddin

Parlemen
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 15/9 --- Wakil Ketua DPR bidang Korpolkam Azis Syamsuddin merasa prihatin atas penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber di Lampung, Minggu (13/09). Politisi asal Lampung ini meminta aparat kepolisian membuka motif pelaku penyerangan. Azis juga meminta, aparat kepolisian cepat dan tegas dalam melakukan investigasi kasus penyerangan sehingga motif pelaku dapat diketahui, termasuk jika ada aktor di belakangnya.

 

“Saya mengutuk keras peristiwa itu, aparat penegak hukum dapat harus segera membuka motif pelaku penyerangan yang tidak bermoral itu. Kepolisian jangan mudah memberikan kesimpulan ‘gangguan kejiwaan’ terhadap pelaku,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).


Azis berharap, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi aparat keamanan dalam melakukan pengawasan saat kegiatan ceramah. “Saya mempertanyakan standar operasional pengamanan yang dilakukan, terlebih ini ulama besar. Saya minta fungsi deteksi dini dan keamanan ke depannya dapat dilakukan dengan baik oleh kepolisian dan intelejen,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menjenguk ulama Syekh Ali Jaber di kediamannya, Senin malam. Syekh sehat walafiat, fisiknya kuat, dan tetap semangat bercerita tentang kegiatan dahwahnya. Mahfud menyampaikan bahwa Pemerintah akan mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.  

“Beliau sempat menitipkan salam sungkem untuk disampaikan kepada Presiden, bahwa Syekh Ali Jaber baik-baik saja. Alhamdulillah,” ujar Mahfud MD yang menginstruksikan aparat keamanan, Densus 88, Kabaintelkam, BIN, BAIS, dan BNPT mengusut tuntas kasus penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber.

Mahfud mendorong agar aparat keamanan segera melakukan pemetaan dan pemantauan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada para da’i, terutama ulama.

 Mahfud MD juga belum percaya pelaku penusukan ulama Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa.

“Spekulasi di masyarakat ada dugaan, berdasarkan pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa, tetapi kita belum percaya. Menurut dia, spekulasi pelaku gangguan jiwa baru bisa dipastikan setelah penyelidikan oleh aparat selesai.
Kan ada tetangganya, ada jejak digitalnya. Kalau orang sakit jiwa jejak digitalnya kayak apa, kelurganya melihatnya kayak apa, tetangganya melihat kayak apa, teman-temannya melihatnya kayak apa. Baru kita dapat menyimpulkan dia sakit jiwa,” kata Mahfud.


Polresta Bandar Lampung memeriksa pelaku penusukan berinisial AA (27) yang dilakukan sejak pelaku dibawa dari Polsek Tanjung Karang Barat pada Minggu (13/9/2020) sekitar pukul 20.00 WIB hingga Senin (14/9/2020) pukul 15.00 WIB.

12. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono mengatakan, polisi menjerat pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, AA (27) dengan dua pasal terkait penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak. Polisi telah tetapkan AA sebagai tersangka dan ditahan 20 hari ke depan sejak Senin (14/9).

 

“Sesuai Pasal 351 ayat 2 (KUHP) dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 10 tahun,” tegas Awi Setiyono, kemarin. ****