12
Sab, Jun
266 New Articles

Daerah Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

JAKARTA (6/6) -- Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDDikdasmen) di Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Agama (Kemenag) pada 2 Juni lalu disambut antusias oleh para pemangku kepentingan di daerah. 

Beberapa daerah menyatakan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, namun dengan penuh kehati-hatian. Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan yang baru diterbitkan itu dapat menjadi acuan bagi seluruh daerah agar PTM terbatas dapat terselenggara dengan aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah, keluarga, serta masyarakat sekitar. 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wahid Wahyudi mengatakan, seluruh satuan pendidikan di provinsi itu sudah siap melaksanakan PTM terbatas yang rencananya dimulai pada awal tahun ajaran 2021/2022. 

“Baik (sekolah) negeri maupun swasta, Insyaa Allah sarana prasarana sudah kami siapkan semua. Kami sudah mengirimkan surat Gubernur Jawa Timur kepada bupati/wali kota untuk memberikan fasilitas sekaligus ikut mengawasi rencana PTM,” kata Wahid secara virtual pada Rabu (2/6/2021). 

Selain berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota, lanjutnya, pemerintah daerah juga perlu memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa pembelajaran jarak jauh selama ini masih banyak kendala sehingga menurunkan kualitas pendidikan. Namun, bagi orang tua yang masih keberatan putra putri mereka mengikuti PTM terbatas, tetap diperbolehkan mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Fuleng Elisa Mou. Menurutnya, PTM terbatas wajib dilakukan di semua satuan pendidikan jika semua pendidik dan tenaga kependidikan telah divaksin Covid-19. “Saat ini, 1.300 pendidik dan tenaga kependidikan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK sudah kita vaksinasi untuk dosis 1 dan 800 PTK untuk dosis 2,” ujarnya. 

Menurutnya, selain sarana dan prasarana yang disiapkan dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, Pemerintah Kabupaten Malinau juga menyediakan fasilitas pembelajaran yang menyenangkan untuk PTM terbatas di satuan pendidikan. “Dengan adanya pembelajaran yang menyenangkan ini, pembelajaran literasi dan numerasi yang difasilitasi oleh daerah sangat membantu anak-anak kami di pedalaman untuk bisa membaca dan berhitung,” tambah Fuleng.

Sementara itu, Wakil Komite SMKN 1 Kemang, Bogor, Jawa Barat, Tata Karwita yang di sekolah anaknya sudah menerapkan PTM terbatas mengatakan,   sarana dan prasarana untuk menjalankan protokol kesehatan di satuan pendidikan sudah disediakan. Selain itu, hubungan komunikasi antara sekolah dengan orang tua murid menjadi poin penting untuk dalam melaksanakan PTM maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kepala SDN 1 Jayaraga Tarogong Kidul Yanti Sri Mulyanti Arni menginstruksikan kepada guru-guru agar selalu siap memberikan pelajaran kepada peserta didiknya setiap saat. 

“Saya berusaha menciptakan pembelajaran secara daring dan luring. Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dengan adanya pembelajaran pada televisi lokal dengan narasumber guru-guru terbaik, kami pihak sekolah memantau pembelajaran tersebut dan kami menginstruksikan kepada guru-guru supaya anak-anak tetap belajar di bawah bimbingan guru. Tidak hanya dalam batas waktu belajar,” tuturnya. *