17
Sen, Mei
302 New Articles

Angka Putus Sekolah Bertambah, Bamsoet: Benahi Infrastruktur Penunjang Kegiatan Belajar-Mengajar

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta  3/5-- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat, angka putus sekolah bertambah dan peserta didik dari keluarga miskin nyaris tidak terlayani karena ketiadaan alat daring.  Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk mencermati terkait informasi yang disampaikan FSGI tersebut dengan membenahi seluruh infrastruktur penunjang kegiatan belajar-mengajar agar merata di seluruh daerah, sehingga pembelajaran jarak jauh (PJJ) berjalan efektif serta mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan angka anak putus sekolah akibat ekonomi keluarga terdampak pandemi.

"Meminta pemerintah bersinergi dengan Dinas Pendidikan Daerah untuk memastikan terlaksananya proses pembelajaran antara siswa dan guru, dengan berbagai model dan cara sesuai disparitas wilayah, potensi dan kesiapan sekolah. Dengan demikian dapat tercipta keefektifan belajar dari rumah (BDR) baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan," kata Bamsoet di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Ketua MPR juga meminta komitmen pemerintah untuk terus berupaya mencegah semakin lebarnya kesenjangan pendidikan, terutama pada masa pembelajaran jarak jauh yang mensyaratkan infrastruktur digital, akses internet serta perangkat pendukung lainnya karena sangat berdampak pada keberlanjutan pendidikan anak, mengingat pendidikan adalah hak dan kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi demi mewujudkan Indonesia maju.***