Rubrik Politik

Ormas Harus Topang Kemajuan Islam Jika tidak Ingin Ditinggalkan Umat

CILEGON (28/5/2023) -- Kemajuan Islam harus ditopang oleh ormas-ormas (organisasi kemasyarakatan) keislaman yang kuat. Jika ormas tidak punya pengaruh dan tidak dirasakan manfaatnya, lambat laun ormas ditinggalkan oleh masyarakat atau umat. 

"Ormas Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912 telah memberikan ghirah perjuangan untuk kita. Ghirah yang tidak akan pudar. Maka, kita sebagai penerus perlu melanjutkan ghirah itu dengan rencana dan program yang membumi," kata Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Cilegon 2023 di Cilegon, Banten, Sabtu (27/5/2023).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan, pekerjaan rumah (PR) saat ini, termasuk PR Muhammadiyah, adalah mengentaskan kemiskinan dan kebodohan. Bila kita mau bergerak, ujarnya, kemiskinan dan kebodohan bisa dientaskan. Sebab, pengentasan kemiskinan dan kebodohan dimulai dengan pergerakan ormas yang memayungi masyarakat.

Dalam mengentaskan kemiskinan dan kebodohan, lanjut Yandri, Ormas Muhammadiyah tidak perlu diragukan lagi karena amal usahanya adalah bidang pendidikan dan kesehatan. Muhammadiyah sudah mendirikan banyak sekolah dan perguruan tinggi berkualitas demikian juga rumah sakit. Ia mengapresiasi sumbangsih Muhammadiyah sumbangsihnya yang dinilainya luar biasa bagi Indonesia.

Pembukaan Musda dengan tema Dakwah Menggembirakan, Mewujudkan Cilegon Berkemajuan dihadiri tokoh Muhammadiyah Banten KH Hassan Alaydrus, Wali Kota Cilegon Heldy Agustian, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Provinsi Banten Zakaria Syafi'i, Ketua Pengurus Wilayah Aisyiyah Banten Ima Nikmah, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Cilegon Arie Purnomo, dan Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Kota Cilegon Olla Holayah. Hadir pula perwakilan Ormas LDII, Al Khairiyah, serta beberapa anggota DPRD.*

Editor : Patna Budi Utami