Special Report: MPR RI

Terima Presiden Iran, Ketua MPR Dukung Tawaran Peningkatan Hubungan Bilateral di Berbagai Sektor

JAKARTA (23/5/2023) - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menuturkan Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi mengajak Indonesia meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara di berbagai sektor. Di antaranya sektor perdagangan, kesehatan, minyak dan gas, kelapa sawit, pariwisata, iptek, dan energi hijau.

"Presiden Iran menceritakan Iran banyak mendapatkan tekanan dari negara-negara Barat. Namun, dari tekanan tersebut justru telah membuat Iran mengalami banyak kemajuan. Iran sudah mampu mencapai pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai bidang untuk kesehatan, transportasi, pertanian, dan lain-lain," ujar Bamsoet usai menerima Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi di Komplek Parlemen Jakarta, Selasa (23/5/2023).

Pimpinan MPR yang hadir antara lain Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarifuddin Hasan, Arsul Sani, Fadel Muhammad, dan Yandri Susanto. 

Sementara delegasi Iran hadir Menteri Luar Negeri Amir-Abdollahian, Menteri Informasi dan Teknologi Komunikasi Isa Zarehpour, Wakil Menteri Luar Negeri Mahdi Safari, Ketua Kerja Sama Parlemen Iran-Indonesia Mahdi Zahedi, Deputi Bidang Politik Kantor Kepresidenan Iran Mohammad Jamshidi, serta CDA ad interim Kedutaan Besar Iran di Jakarta Mahdi Rounadh.

Presiden Iran mengunjungi Indonesia pada 23 hingga 24 Mei untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo. Sebelum bertemu dengan Pimpinan MPR, Presiden Iran telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Pimpinan DPR.

Ketua DPR ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR bidang Hukum, HAM, dan Keamanan menuturkan, Indonesia menyambut baik tawaran peningkatan hubungan kerja sama dengan Iran. Terlebih, Indonesia dan Iran telah membangun hubungan diplomatik sejak 1950. Hubungan yang baik antara Indonesia dan Iran, bahkan tercatat telah dimulai sejak 1.000 tahun lalu oleh Kerajaan Persia dan kerajaan-kerajaan kuno Indonesia.

"Hubungan people to people contact antara Iran dan Indonesia telah terjalin sejak masa lampau. Sejarah mencatat, para saudagar Iran (Persia) sejak ribuan tahun yang lalu sudah melalui 'jalur sutra' atau 'jalur rempah' guna menjelajahi Nusantara," kata Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini memaparkan, Presiden Iran sepakat dengan Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Termasuk mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk berkomitmen pada 'solusi dua negara', berdasarkan parameter-parameter yang disepakati secara internasional.

"MPR merasa prihatin sekaligus merasa khawatir atas kekerasan yang terus terjadi di Palestina. Karenanya, MPR mendukung penyelesaian konflik secara damai, dengan menghormati prinsip-prinsip Piagam PBB dan penegakan hukum internasional," urai Bamsoet. 

Ketua Dewan Pembina SOKSI dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, Presiden Iran mengundang Parlemen Indonesia, yakni MPR dan DPR untuk berkunjung ke Iran. Kunjungan dimaksudkan agar Pimpinan MPR dan DPR bisa melihat langsung berbagai kemajuan yang telah dicapai Iran selama dalam tekanan negara-negara Barat.

"Pimpinan MPR menyambut baik tawaran tersebut. Namun, karena saat ini tengah disibukan oleh persiapan Pemilu di Tanah Air, kita belum dapat memenuhi tawaran itu dalam waktu dekat. Kemungkinan setelah Pemilu baru kita bisa melakukan kunjungan balasan ke Iran untuk lebih meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Iran," pungkas Bamsoet. ****