17
Sen, Mei
302 New Articles

Ibadah Haji Menunggu Informasi Resmi Saudi, Bamsoet: Tetap Lakukan Komunikasi Intensif

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Timur Tengah
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 12/4 --- Pemerintah RI hingga kini masih menunggu informasi resmi dari pihak Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah Indonesia untuk tetap melakukan komunikasi yang intensif baik melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, ataupun melalui perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi mengenai kemungkinan dibukanya kembali penyelenggaraan haji tahun ini bagi Indonesia, walaupun dengan pembatasan kuota.

"Mengingat Indonesia akan memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Arab Saudi seperti seluruh calon jemaah haji harus bebas dari Covid-19 dan telah melakukan vaksinasi dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19. Di samping Kerajaan Saudi pun telah menyatakan hendak membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021 mendatang," kata Bamsoet di Jakarta, Senin (12/4/2021). 

Ketua MPR juga meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk terus menjalin komunikasi secara intens dengan pihak Arab Saudi untuk membuka kembali kuota bagi Indonesia agar calon jemaah haji Indonesia diberikan izin untuk melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci.

"Meminta pemerintah dalam hal ini Kemenag untuk terus melakukan berbagai persiapan terkait penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M, agar calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci dapat mempersiapkan diri secara matang," kata Bamsoet.

Ketua DPR ke 20 ini meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk terus melakukan percepatan serta memprioritaskan vaksinasi Covid-19, khusus bagi calon jemaah Indonesia mengingat vaksin Covid-19 menjadi salah satu syarat utama bagi calon jemaah untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Juga meminta pemerintah dapat memastikan setiap calon jemaah haji yang hendak berangkat ke tanah suci sudah bebas dari Covid-19 yang dibuktikan dengan surat hasil PCR yang terbaru.

"Meminta pemerintah melalui Kemenag untuk memberikan imbauan sekaligus memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat oleh seluruh calon jemaah, melalui sosialisasi dan edukasi yang baik sebelum waktu keberangkatan tiba," pungkasnya. ****