Indo 24

Hentikan Jual-Beli Lahan Hutan Negara di Perbatasan Jambi-Sumsel

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (MERDEKA)

Jakarta 22/10 (Asatunews.co.id) — Lebih 20.000 hektare dari 98.555 hektare lahan hutan negara di areal restorasi ekosistem harapan, perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan, diperjualbelikan secara obral oleh makelar tanah.

Atas temuan ini, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo melalui Komisi II, Komisi III, dan Komisi IV DPR meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jambi, Kepolisian RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Satuan Patroli Hutan, untuk dapat menghentikan kegiatan jual-beli lahan hutan oleh makelar tanah tersebut.

“Ungkap serta tindak tegas pelaku-pelaku yang terlibat dalam kegiatan jual-beli lahan hutan tersebut,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Legislator dari Dapil VII Jateng ini juga mengungkapkan, pimpinan DPR melalui Komisi II dan Komisi IV DPR juga meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional bersama KLHK untuk melakukan pendataan dan pemetaan terhadap hutan yang ada di Indonesia secara khusus yang berada di Jambi guna mengetahui secara pasti mana hutan negara, mana hutan produksi sehingga kasus jual-beli lahan hutan dapat diminimalisir dan dihindari.

“Mendorong Komisi III DPR meminta Kepolisian dan Kepolisian Daerah segera memproses lahan hutan yang sudah diperjual-belikan tersebut, dan mengembalikan lahan hutan tersebut sesuai peruntukan dan fungsinya,” kata Bamsoet.

Pimpinan DPR, tambahnya, juga mendorong Komisi II DPR meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk melakukan sosialisasi kepada warga bagaimana cara untuk memiliki lahan hutan untuk usaha, agar warga tidak dirugikan sebagai akibat ulah makelar tanah. []

162 total views, 9 views today

Popular

To Top