Dukung dan Fasilitasi Perajin Batik agar Mengadaptasi Kemajuan Zaman

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BACA)

Jakarta 2/10 (Asatunews.co.id) – Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Berdasarkan keputusan UNESCO (United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization), yang telah menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity)

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, pimpinan DPR melalui Komisi VI DPR meminta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) untuk mendukung dan menfasilitasi para pengrajin batik serta memberikan edukasi tentang batik agar dapat beradaptasi dengan kemajuan zaman.

“Mendorong Komisi VI DPR meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mendukung para pengrajin batik dalam bentuk kemudahan memasarkan batik lokal, baik pemasaran dalam negeri maupun luar negeri, sehingga batik dapat menjadi ciri khas atau ikon Indonesia di mata dunia,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara ini juga mengungkapkan, pimpinan DPR melalui Komisi X DPR meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Museum Batik Nasional untuk mengoleksi batik dan sejarah motif batik yang sudah dipatenkan, agar dapat menjadi bahan kajian oleh siswa dan mahasiswa yang ingin mengetahui sejarah batik Indonesia dan memotivasi daerah penghasil batik untuk mematenkan karya pembatik di daerahnya.

“Mengimbau masyarakat untuk mencintai dan menggunakan batik produksi dalam negeri, guna melestarikan budaya batik di Indonesia,” demikian Ketua DPR. []

60 total views, 1 views today