DPR Dorong KLHK Serius Tangani Polusi Sampah Plastik

Ketua DPR Bambang Soesatyo MANADO TRIBUNNEWS

ASATUNEWS.CO.ID — Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi VII DPR mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk serius dalam menangani polusi sampah plastik, seperti kebijakan yang mengatur untuk mengurangi penggunaan plastik bagi para pelaku usaha ritel maupun pelaku usaha makanan dan minuman;

Penegasan ini terkait tidak efektifnya penanganan sampah dengan program 3R (reduce, reuse, dan recycle), sedangkan volume sampah plastik setiap tahun terus meningkat.

“Meminta Komisi VII DPR mendorong KLHK untuk melakukan proyeksi terhadap volume sampah dalam kurun waktu tertentu, agar penanganan terhadap sampah, terutama sampah plastik, dapat diselesaikan secara tepat,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Politisi Partai Golkar ini juga meminta Komisi II DPR dan Komisi VII DPR mendorong Pemda melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KLHK untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, mengingat masih banyaknya warga yang menimbun sampah di tempat-tempat pembuangan liar, serta memberikan edukasi dan pelatihan kepada petugas kebersihan serta SDM (Sumber Daya Manusia) yang bertugas mengelola sampah, agar sampah-sampah dapat dikelola dengan baik sesuai dengan jenisnya masing-masing, sesuai dengan UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Meminta Komisi VII DPR mendorong KLHK untuk menerapkan sanksi hukum yang tegas terhadap masyarakat yang tidak disiplin dalam memilah sampah, mengingat sampai saat ini masyarakat masih mencampur semua jenis sampah rumah tangga sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir,” tambah Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini meminta Komisi X DPR mendorong Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan inovasi terhadap alternatif pengganti penggunaan plastik yang lebih ramah lingkungan.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin dalam memilah dan mengolah sampah secara tepat, guna meminimalisir atau mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA),” pungkasnya. (**)

295 total views, 1 views today