DPR Dorong Bulog dan Kemendag Tingkatkan Operasi Pasar

Ketua DPR Bambang Soesatyo (BREAKINGNEWS)

Jakarta 14/9 (Asatunews.co.id) — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Komisi VI DPR meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk lebih meningkatkan operasi pasar beras guna mengawasi pasokan beras di pasar serta berkomitmen dalam menjaga stabilitas harga beras dengan melakukan operasi pasar.

“Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12/PERMENTAN/PP.320/5/2017 tentang Operasi Pasar, serta merumuskan kembali kebijakan pangan, guna meningkatkan produksi nasional,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Ketua DPR menegaskan hal ini terkait potensi minimnya pasokan beras pada bulan Oktober 2018, November 2018, Desember 2018, hingga Januari 2019, sebagai dampak dari musim kemarau yang menyebabkan sulitnya penyerapan beras karena susutnya luas tanaman padi, yang disampaikan Bulog.

“Mendorong Komisi IV DPR meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) agar segera melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sebagai dampak dari musim kemarau, agar dapat mengantisipasi minimnya pasokan beras sebagai akibat dari susutnya padi dari sejumlah sawah,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini mendorong Komisi VI DPR meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mencari solusi jangka panjang terhadap implementasi impor beras, mengingat bulan Oktober 2018, November 2018, Desember 2018, hingga Januari 2019 merupakan musim kemarau dan berdampak pada potensi terjadinya gagal panen, sehingga Indonesia tidak terus menerus melakukan impor beras yang dapat berdampak terhadap kesejahteraan petani beras di Indonesia, serta melakukan penyamaan data stok beras dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bulog.

“Mendorong Komisi III DPR dan Komisi VI DPR meminta Kepolisian dan Kemendag berkoordinasi dengan Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengawasi persediaan, distribusi, mengantisipasi penimbunan, dan permainan harga beras di berbagai daerah,” ungkapnya.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini mendorong Komisi IV DPR meminta Kementan untuk segera menambah luas tanam, mencetak sawah-sawah baru di daerah-daerah yang berpotensi baik untuk cetak baru sawah, serta tidak mengalihfungsikan lahan pertanian, guna meningkatkan produksi padi dan memastikan hasil panen padi maksimal.

“Mendorong Komisi IV DPR meminta Kementan bersama Pemda untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani mengenai lahan yang dimiliki, sehingga petani dapat menanam jenis tanaman sesuai dengan kondisi lahan yang ada, seperti dengan memperkenalkan padi gogo kepada para petani sebagai alternatif padi yang lebih tahan terhadap kekeringan, serta mempersiapkan alat pompa di lahan-lahan yang masih memiliki potensi air,” papar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini mendorong Komisi IV DPR dan Komisi X DPR meminta Kementan dan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan inovasi dan kajian terhadap bibit unggul yang ada, sehingga didapat pengembangan dan peningkatan produksi padi petani;

“Mendorong Komisi IV DPR meminta Kementan untuk mempersiapkan solusi dari persoalan pangan ke depannya, seperti ledakan hama tanaman dan perubahan iklim maupun cuaca, agar tidak terjadi penurunan produksi padi,” demikian Ketua DPR. []

121 total views, 3 views today