Bamsoet Teratas Anggota DPR yang Layak Dipilih Lagi

Ketua DPR Bambang Soesatyo (BREAKINGNEWS)

Jakarta 15/9 (Asatunews.co.id) — Hasil survei ETOS (East Time On Schedule) Indonesia Institute menunjukkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet yang paling layak untuk dipilih kembali sebagai anggota DPR RI.

“Nama anggota DPR RI yang menempati posisi pertama layak dipilih kembali yakni Bambang Soesatyo dari Partai Golkar dengan persentase 17 persen,” ujar Iskandarsyah, Direktur ETOS Indonesi Institute di Kafe UP2U, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

“Selanjutnya Effendi Simbolon dari PDIP dengan persentase 15 persen, Adies Kadir dari Golkar 14 persen, Dede Yusuf dari Demokrat 12 persen, Fadli Zon dari Gerindra dengan 11 persen, dan Michael Watimen dari Demokrat 9 persen,” sambungnya.

Iskandar menambahkan, di posisi ke-7 ada Sufmi Dasco Ahmad dari Gerindra, Okki Asokawati dari PPP (sekarang NasDem), Hafisz Thohir dari PAN, dan terakhir Roy Suryo dari Demokrat.

Iskandar mengungkapkan mayoritas alasan responden memilih kembali anggota DPR yang masih menjabat sekarang adalah kemampuan mereka bekerja dengan baik.

“Alasan responden memilih anggota DPR yang masih menjabat sebagai anggota DPR yang layak dipilih adalah karena mampu bekerja dengan persentase 21 persen,” bebernya.

“Kemudian aspiratif dan dekat dengan rakyat, berani menyatakan pendapat, dan suka terhadap partai politik di mana anggota DPR berasal,” tambahnya.

Iskandar pun menjelaskan, mengapa ETOS melakukan survei yang berbeda dengan lembaga survei lain yang mayoritas melakukan survei untuk sosok capres dan cawapres.

Dia beralasan survei tersebut untuk memudahkan masyarakat memilih calon legislatif yang berpotensi layak dipilih.

“Survei ini dilakukan sebagai upaya mempermudah masyarakat untuk dapat memahami yang pada akhirnya memutuskan pilihannya,” ucapnya.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan pada 15 Juli 2018 sampai 10 Agustus 2018 dengan metode multistage random sampling.

Jumlah responden mencapai 1000 orang, margin of error sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 90 persen.

Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka langsung oleh pewawancara. []

Sumber Warta: TRIBUNNEWS

136 total views, 4 views today