Energi

AS Berlakukan Sanksi ke Iran Harga Minyak Bervariasi

Kilang minyak ilustrasi (MARKET WATCH)

New York, 6/11 (Asatunews.co.id) — Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Senin (5/11/2018) atau Selasa pagi WIB, setelah jatuh selama lima hari, karena Amerika Serikat secara resmi memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Iran tetapi memberi delapan negara keringanan sementara yang memungkinkan mereka tetap membeli minyak dari Republik Islam itu.

“Ada banyak pertanyaan tentang sanksi-sanksi, tentang keringanan,” kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago.

Minyak mentah Brent berjangka naik 34 sen AS menjadi menetap di 73,17 dolar AS per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 4 sen AS menjadi 63,10 dolar AS per barel.

Kedua patokan minyak telah merosot lebih dari 15 persen sejak mencapai tertinggi empat tahun pada awal Oktober. “Hedge fund” telah memangkas taruhan “bullish” pada minyak mentah ke level terendah satu tahun.

Produksi gabungan dari Rusia, Amerika Serikat dan Arab Saudi naik di atas 33 juta barel per hari untuk pertama kalinya pada Oktober, naik 10 juta barel per hari sejak 2010, dengan ketiganya memompa minyak pada atau mendekati rekor volume.

Abu Dhabi National Oil Co berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak hingga 4 juta barel per hari pada akhir 2020 dan menjadi 5 juta barel per hari pada 2030, katanya pada Minggu (4/11), dari produksi sedikit di atas 3 juta barel per hari.

Data dari perusahaan analisis Kayrros menunjukkan produksi minyak mentah Iran secara luas tidak berubah pada Oktober dari September, dengan barel-barel masih mencapai pasar bersama produksi tambahan dari Arab Saudi dan Rusia. [Antara]

73 total views, 6 views today

Popular

To Top