Keuangan

Utang LN Tumbuh 6,8 Persen, DPR Dorong BI dan Kemenkeu Jaga Stabilitas Moneter

Ketua DPR Bambang Soesatyo

Jakarta 19/7 (Asatunews.co.id) — Laporan Bank Indonesia (BI) menyebutkan pertumbuhan utang luar negeri sebesar 6,8 persen atau sekitar Rp 5.127,9 triliun secara Year on Year (YoY). Merespon kondisi ini, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi XI DPR mendorong Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menjaga stabilitas moneter.

“Mengingat kurs rupiah terhadap dolar saat ini mencapai Rp 14.418 (data Bank Indonesia 19 Juli 2018) serta terus mendorong penerimaan negara dari perpajakan dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran utang, serta memperketat regulasi impor, dan mengupayakan penggunaan barang-barang dari dalam negeri,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Politisi Partai Golkar ini juga meminta Komisi XI DPR mendorong Kemenkeu melakukan efisiensi Anggaran Belanja Negara terutama terhadap proyek Pemerintah yang tidak efektif.

“Meminta Komisi VI DPR mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas hasil sumber daya dan produksi dalam negeri sehingga dapat mengurangi kuota impor, ” demikian penegasan Ketua DPR. (***)

272 total views, 6 views today

To Top