Sukamta Sebut RI Miliki Peran Terlibat Perdamaian

Sukamta BERITA3

ASATUNEWS.CO.ID– Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta menilai Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki peran yang lebih besar untuk ikut terlibat dalam isu-isu keamanan dan perdamaian dunia.

“Indonesia bisa ikut terlibat dalam isu-isu keamanan dan perdamaian seperti penjajahan Israel di Palestina, konflik di Suriah,Yaman, Sudan Selatan, Rohingya, Kashmir, hingga ancaman terorisme yang mengancam berbagai negara termasuk di wilayah Timur Tengah seperti Arab Saudi yang tidak luput dari ancaman terorisme,” kata Sukamta di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Selain itu menurut dia terkait dinamika global yang terus berubah, seperti dampak kebijakan Amerika di bawah Presiden Donald Trump yang semakin mengkhawatirkan bisa lebih memperparah kondisi keamanan global.

Sukamta yang merupakan Sekretaris Fraksi PKS berharap Indonesia bisa lebih optimal turut serta mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia, sebagaimana amanat pembukaan konstitusi kita, UUD NRI Tahun 1945.

“Kami mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk 2 tahun yang akan datang. Perjuangan panjang berbuah manis, meskipun ini bukanlah untuk pertama kalinya, tapi harus disyukuri di tengah kondisi global yang semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan posisi Indonesia tersebut cukup strategis dan bergengsi sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk perjuangan menjaga keutuhan wilayah NKRI dan kepentingan nasional.

Selain itu menurut dia dapat membantu perjuangan bangsa-bangsa tertindas, serta membela kepentingan negara-negara selatan dalam bermitra dengan negara-negara utara.

Sebelumnya, Indonesia terpilih untuk keempat kalinya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) dalam pemungutan suara yang digelar di Majelis Umum PBB di New York, Jumat (8/6).

Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk Periode 2019-2020.

Indonesia terpilih dengan perolehan suara sebanyak 144 dari 190 negara anggota MU PBB, sementara itu Maladewa yang menjadi pesaing Indonesia hanya memperoleh 46 suara.

ANTARA

171 total views, 1 views today