Keuangan

Perry Warjiyo Dilantik Gubernur BI, Bawa 5 Resep

Perry Warjiyo Diambil Sumpah Sebagai Gubernus BI Periode 2018-2023

ASATUNEWS.CO.ID—Perry Warjiyo telah diambil sumpahnya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018—2023 oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Kamis (24/5). Hadir dalam pengambilan sumpah yang dilanjutkan serah terima jabatan, a.l. Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Idrus Marham, dan Menteri PAN-RB Asman Abnur.

Usai serah terima jabatan, Perry menyampaikan lima instrumen yang menjadi prioritas kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter dan mendorong perekonomian. Menurutnya, kombinasi kebijakan moneter dan fiskal bisa menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

Selain itu, Perry mengungkapkan hal yang tidak kalah penting yakni koordinasi untuk memperkuat akselerasi sektor riil. “Baik mendorong pertumbuhan maupun mengatasi defisit transaksi berjalan,” katanya.

Infografis (BISNIS.COM)

Pada jangka pendek, Perry menegaskan tiga langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang sempat terdepresiasi hingga Rp14.200 per dolar AS. Menurutnya, BI akan mengambil langkah pencegahan, front loading, dan dual intervention.

Janji Gubernur BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah direspons positif oleh pasar. Pada perdagangan Kamis (24/5), rupiah ditutup menguat 76 poin atau 0,53% menjadi Rp14.133 per dolar AS, dari penutupan perdagangan sesi sebelumnya.

Selama tahun berjalan, mata uang Garuda masih mengalami pelemahan 4,26%. Adapun, IHSG naik 2,67% ke posisi 5.946,54. Sri Mulyani menilai Perry memiliki kredibilitas dan mampu memberikan kepemimpinan yang menenangkan. Dengan situasi dan kondisi saat ini, dia menyatakan kebijakan yang diambil harus fokus pada stabilitas. “Sehingga tidak menimbulkan situasi yang tidak sustainable.”

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga memiliki harapan yang sama. Bahkan, dia meminta Perry mampu meredam dampak kebijakan suku bunga The Fed. “Kita harapkan gebrakannya akan berdampak positif.”

Halim Alamsyah berharap kerja sama BI dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan akan kian erat. “Kami di LPS juga sedang bersiap-siap untuk me-review stance LPS rate yang lebih tepat.”

Perry pun siap memprioritaskan kebijakan moneter untuk menstabilkan rupiah dengan kombinasi kebijakan suku bunga dan intervensi ganda.

Sejak Januari, BI telah membeli Rp50 triliun surat berharga negara (SBN) yang dijual asing, di mana pada Mei, BI membeli SBN hingga Rp13 triliun.

Direktur Riset CORE Piter Abdullah berharap BI lebih cermat berhitung dan berinovasi untuk meramu bauran kebijakan suku bunga serta intervensi pasar valas dan SBN dalam dosis yang tepat. []

BISNIS

Popular

To Top