Mensos Sebut Kemiskinan Turun Tanda Program Berjalan Baik

Mensos Idrus Marham NETRALNEWS

Jakarta, 17/7 (Asatunews.co.id) – Menteri Sosial, Idrus Marham mengatakan turunnya tingkat kemiskinan menjadi 9,82 persen pada Maret 2018 dari 10,12 persen pada September 2017 merupakan indikasi program-program pemerintah berjalan dengan baik.

“Ini indikasi program pemerintah berjalan dengan baik, misalnya KIP, KIS, PKH, Kube, BPJS banyak lagi program pemerintah yang harus lebih kita intensifkan,” kata Mensos di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Dia optimistis, jika angka kemiskinan terus menurun, maka tidak mustahil pada akhir 2018 bisa mencapai sembilan persen.

Capaian tersebut lebih cepat dari target pemerintah, yaitu penurunan kemiskinan hingga satu digit di akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

“Itu bukan sesuatu yang mustahil apabila program-program pemerintah berjalan dengan baik. Sinergitas pemerintah dengan elemen-elemen yang ada dalam rangka menggerakkan ekonomi rakyat sehingga rakyat bisa mandiri dan sejahtera,” tambah dia.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukan persentase penduduk miskin pada Maret 2018 sebesar 9,82 persen, menurun 0,30 persen poin dibanding September 2017 yang sebesar 10,12 persen.

Hal ini juga sebagai kosekuensi jumlah penerima PKH meningkat dari enam juta KPM pada 2017 menjadi 10 juta KPM pada 2018.

BPS, juga mencatat perbaikan pemerataan pendapatan pada periode Maret 2015 hingga Maret 2018 dimana gini ratio di perkotaan dan perdesaan pada Maret 2015 adalah 0,408 dan pada Maret 2018 turun menjadi 0,389.

Raihan positif ini tak lepas dari peran beragam bantuan sosial dan subsidi yang disalurkan pemerintah dengan prinsip 6T yakni tepat jumlah, tepat sasaran, tepat administrasi, tepat waktu, tepat harga dan tepat kualitas.

Mensos mengungkapkan beberapa program Kementerian Sosial menunjukkan capaian positif dalam penyaluran dan penyerapannya yakni program keluarga harapan (PKH), nantuan pangan non tunai (BPNT), beras sejahtera (rastra), kelompok usaha bersama (KUBE), usaha ekonomi prduktif (UEP).

Bansos tersebut disinergikan dengan beragam bansos dari kementerian lain, misalnya program indonesia pintar, program indonesia sehat, subsidi pupuk, subsidi listrik, dan sebagainya.

Seperti yang dilaporkan BPS menyebutkan bantuan sosial dari pemerintah tumbuh 87,6 persen pada triwulan I Tahun 2018, lebih tinggi dibanding triwulan I tahun 2017 yang hanya tumbuh 3,39 persen. Demikian halnya program rastra dan BPNT pada triwulan I telah tersalurkan sesuai jadwal.

ANTARA

311 total views, 3 views today