Legislator: Daging Impor Jangan Ganggu Pasar

Bowo Sidik Pangarso KOMPAS

ASATUNEWS.CO.ID– Hadirnya daging kerbau impor di Tanah Air diharapkan tidak mengganggu pangsa pasar daging kerbau lokal, kata Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

“Daging impor sebaiknya mengisi pasar-pasar tertentu yang dipastikan tidak akan mematikan pangsa pasar daging kerbau lokal,” ujarnya ditemui di sela-sela menggelar acara santunan untuk 1.000 anak yatim di Graha Mustika Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu (9/6/2018).

Ia mengatakan adanya impor daging kerbau memang ditujukan untuk mengisi pasar-pasar tentu yang masih kosong. Adapun kuota daging kerbau yang didatangkan dari luar negeri, katanya, mencapai 160.000 ton.

Untuk mengurangi kebutuhan daging kerbau impor, dia berharap Kementerian Pertanian menggalakkan peningkatan produksi daging kerbau lokal melalui peningkatan populasi hewan ternak.

Sejauh ini, lanjut politisi dari Partai Golkar itu, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di pasaran mendekati Lebaran masih cukup stabil, termasuk harga daging sapi maupun kerbau.

Hal itu, kata dia, dibuktikan ketika melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Jateng.

“Kami juga berharap, untuk harga daging sapi maupun kerbau tidak ada upaya permainan dari para pedagang untuk mendapatkan keuntungan sesaat,” ujarnya.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pangan di masyarakat, dia berharap Perum Bulog untuk berperan dalam melakukan stabilisasi harga beras maupun daging kerbau di pasaran.

“Kami optimistis dengan ditunjuknya Budi Waseso sebagai Dirut Perum Bulog yang baru, bisa mengendalikan harga kebutuhan pangan di pasaran,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, Bulog harus memastikan stok beras dan kebutuhan pangan mendekati Lebaran 2018 tidak sampai kekurangan.

Dalam menjaga stabilitas harga, kata dia, sebaiknya jajaran Bulog juga turun ke lapangan untuk memantau pasar jangan sampai ada gejolak harga, terutama beras dan daging hewan ternak.

Bagi-bagi paket sembako yang dilakukan oleh politisi dari Partai Golkar tersebut, tidak hanya menyasar anak yatim dan duafa dari kecamatan tertentu, melainkan tersebar di sembilan kecamatan yang jumlah paketnya mencapai 1.000 paket.

Unggul Sudrajat, salah satu warga Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus yang mendapatkan paket Ramadhan mengaku bersyukur ikut serta diundang untuk menerima bantuan dari politisi Partai Golkar tersebut.”Tentunya tidak semua anak yatim mendapatkan kesempatan serupa,” ujar Unggul Sudrajat yang masih duduk di kelas VI SD tersebut.

Harga jual daging kerbau di Pasar Bitingan Kabupaten Kudus saat ini berkisar Rp115.000 per kilogram, sedangkan daging sapi juga stabil dengan harga Rp105.000/kg.

Untuk harga sejumlah komoditas pokok lainnya, seperti bawang merah dijual Rp28.000/kg, cabai rawit merah Rp24.000/kg, bawang putih Rp23.000/kg, gula pasir kristal putih Rp11.500/kg, beras IR-64 premium dijual Rp11.000/kg dan beras IR-64 medium Rp8.500/kg.

ANTARA

261 total views, 1 views today