Ketua DPR Kenakan Pakaian Adat Betawi di Hari Lahir Pancasila

Ketua DPR Bambang Soesatyo bersama pejabat lainnya di sela peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

ASATUNEWS.CO.ID– Sejumlah pejabat negara antara lain para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga legislatif dan yudikatif dan para tamu mengenakan pakaian adat saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada Jumat (1/6/2018).

Presiden Joko Widodo yang memasuki tempat upacara di halaman Gedung Pancasila, Jakarta pada pukul 08.00 WIB pun mengenakan beskap hitam lengkap dengan blangkon khas Solo.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief mengenakan pakaian adat Sunda, sementara Ketua Dewan Pengarah Megawati Soekarnoputri memakai pakaian kebaya.

Selain itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengenakan pakaian adat khas Bali berwarna putih, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenakan beskap hitam khas Betawi.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja yang memakai pakaian adat seperti Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengenakan pakaian Betawi, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengenakan pakaian beskap dengan penutup kepala udeng khas Banyuwangi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengenakan beskap dengan tutup kepala khas Aceh, serta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Asman Abnur, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memakai baju adat Dayak.

Ketua DPR Bambang Soesatyo saat membacakan Pembukaan UUD 1945 pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Baju adat Betawi digunakan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang pada upacara kali ini bertugas membacakan teks Pancasila. Sementara yang tidak tampak menggunakan baju adat melainkan hanya menggunakan baju Batik adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Mantan Wakil Presiden yaitu Try Sutrisno dan Boediono pun menghadiri acara tersebut. Acara itu, juga dihadiri oleh sejumlah pemuka agama yang ada di Indonesia.

Pakaian adat berwarna-warni yang menyimbolkan keberagaman suku bangsa di Indonesia terlihat “menghiasi” teras Gedung Pancasila yang dominan berwarna putih.

Sejumlah lagu nasional dan daerah juga dilantunkan oleh paduan suara mahasiswa IPB dan seniman keroncong, Endah Laras, yang menyajikan lagu seperti Tanah Air, Keroncong Kemayoran, Garuda Pancasila, Sepasang Mata Bola, dan Melati Suci.

Dalam acara itu juga diserahkan sejumlah hadiah kepada pemenang Lomba Kreasi Pancasila yang melombakan Yel-yel Pancasila, Lomba Meme Pancasila, Lomba Foto Instagram Pancasila, Lomba Film Pendek Pancasila, Lomba Esai Pancasila, Lomba Cipta Lagu Pancasila.

Juara 1 Lomba Yel-Yel Pancasila yaitu SMA Negeri 3 Tidore Kepulauan, karya Tim Nurdiana serta juara 2 dimenangkan oleh Keluarga Rahayu Kristiyanti berjudul Pancasila Identitas Bangsa, Pusaka Merah Putih.

Untuk juara 1 kategori lomba foto Instagram dimenangkan oleh Gawanti dengan judul Keberagaman dalam Keberagamaan, dan juara 2 oleh Sadam Black dengan judul Tandatangani Pengecaman Aksi Teror.

Kemudian kategori lomba Meme Pancasila dimenangkan oleh Meis Musida berjudul Indonesia 2020: Pancasila sampai di Bulan, dan juara 2 oleh Antonius Roni Kurniawan berjudul Pancasila, Panca Indra.

Sementara itu, kategori lomba penulisan esai dijuarai oleh Muhammad Alnoza dengan judul Nilai-nilai Pancasila pada Budaya Masyarakat Masa Klasik di Indonesia (Abad 8-14 Masehi): Sebuah Tinjauan Arkeologis dan juara 2 oleh Wahyu Kuncoro dengan judul Menyuburkan Akar Budaya Pancasila yang Meranggas.

Untuk juara 1 kategori lomba cipta lagu Pancasila dimenangkan oleh Rosalinda dengan judul Kita Indonesia, Kita Pancasila dan juara 2 oleh Mohamad Zainal dengan judul Aku Cinta Pancasila.

Pada kategori terakhir yaitu lomba film pendek, Kornelis Wea Doi meraih juara 1 dengan judul Pintu Persatuan. Sedangkan Wirasanu dengan film berjudul Merawat Asa di Batas Negeri berhasil meraih juara dua.

Hadiah lomba tersebut diberikan oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

ANTARA

828 total views, 1 views today