NEWS

Ketua DPR Apresiasi dan Dukung Kebijakan Presiden Naikkan Tunjangan Babinsa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Jokowi dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

ASATUNEWS.CO.ID — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi serta mendukung penuh kebijakan Presiden Joko Widodo menaikan tunjangan Bintara Pembina Desa (Babinsa). Terlebih, Babinsa merupakan bagian dari aparat hukum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga pelosok desa. Dan kenaikan tersebut menjadi bukti Panglima TNI yang baru terhadap berhasil memperjuangkan aspirasi para prajuritnya.

“Selama ini saat berkunjung ke daerah, saya kerap mendapatkan aspirasi dari Babinsa bahwa uang yang diterima masih belum cukup, karena harus keliling menyapa masyarakat. DPR mendukung penuh kenaikan tunjangan Babinsa yang dilakukan pemerintah. Bagaimanapun kesejahteraan para prajurit harus diperhatikan,” ujar Bamsoet saat menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Jokowi dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (5/6/2018). Hadir pula Kapolri Tito Karnavian.

Bamsoet menuturkan Babinsa merupakan ujung tombak aparat penegak hukum di daerah atau pedesaan. Keberadaan Babinsa memegang peran penting untuk mendeteksi serta mencegah sedini mungkin potensi terjadinya gangguan keamanan.

“Babinsa, Babinkamtibmas serta kepala desa merupakan tiga pilar utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan di desa. Tugas mereka tidak ringan karena harus terus keliling memantau masyarakat dan tamu yang datang ke wilayah mereka,” tutur Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan potensi gangguan keamanan masih cukup tinggi. Terlebih mendekati Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019. Karenanya, sinegisitas antara TNI dan Polri harus terus ditingkatkan.

“Kenaikan tunjangan harus diikuti dengan peningkatan kerja aparat. Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Potensi gangguan keamanan jelang Pilkada, Pileg dan Pilpres masih sangat rawan terjadi,” kata Bamsoet.

Bamsoet menegaskan TNI dan Polri harus menjaga harmonisasi dan menjadi teladan masyarakat. Profesionalitas TNI akan berpengaruh besar pada ketahanan nasional, sementara Polri berpengaruh besar pada kualitas demokrasi dengan fungsi penegakan hukumnya.

“Dalam berbagai kesempatan, saya selalu melihat Panglima TNI dan Kapolri melangkah bersama, tersenyum bersama, bahkan pernah terbang bersama. Kekompakan dua institusi ini akan membawa kesejukan di masyarakat,” urai Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga mengingatkan, komposisi masyarakat Indonesia yang heterogen bukan tidak mungkin menjadi sumber konflik sosial jika tidak dikelola dengan bijak. Apalagi saat ini sedang maraknya terorisme yang dilancarkan sekelompok orang tak bermoral yang seringkali mengatasnamakan ajaran agama.

“Jika tidak segera dicegah dan diberantas, aksi teror yang dilancarkan teroris bisa menjadi sumber pemicu baru lahirnya konflik sosial di masyarakat. TNI dan Polri menjadi tulang punggung negara di lapangan dalam mencegah dan memberantas terorisme. Jadikan UU Terorisme yang baru disahkan DPR sebagai payung hukum untuk bertindak di lapangan,” pungkas Bamsoet. (*)

Popular

To Top