30
Jum, Okt
221 New Articles

Anggota Komisi VII DPR Tegaskan Konektivitas Jaringan Kelistrikan harus Optimalkan EBT

Dyah Roro Esti Widya Putri (NETRAL)

Parlementaria
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 9/4-- Konektivitas jaringan kelistrikan di Asia Pasifik harus secara optimal memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT), tegas Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti Widya Putri di forum webinar 7th Asia Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) dengan tema Enhancing Power Grid Connectivity to Achieve Affordable and Clean Energy for All, Rabu (8/4/2020).

Roro Esti mengatakan dirinya memberikan beberapa gagasan realistis dan visioner dalam forum tersebut. Kader milenial dari Partai Golkar yang menjadi perwakilan Kaukus Ekonomi Hijau DPR ini mengatakan peningkatan konektivitas jaringan kelistrikan (power grid), harus juga berlandaskan emisi rendah karbon dengan porsi EBT yang seoptimal mungkin.

"Peningkatan konektivitas power grid perlu didukung dengan transfer knowledge. Setiap negara memiliki kemampuan dan keterbatasan tersendiri dalam pengembangan EBT yang bergantung banyak faktor seperti geografis, politik, finansial, dan infrastruktur," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, negara yang unggul EBT-nya, dapat menjadi contoh dalam alih pengetahuan (transfer knowledge), sehingga pengembangan EBT dan tantangan konektivitas bisa terselesaikan.

Menurut Roro Esti, isu pengembangan EBT dan peningkatan konektivitas power grid perlu didukung pihak-pihak yang berperan dalam ranah politik, sebagai pembuat kebijakan, dalam mendesain kebijakan yang akan mempengaruhi skala regional Asia Pasifik.

Ia mendorong negara APAC lainnya meratifikasi Perjanjian Paris karena saat ini baru 39 dari total 56 negara APAC yang meratifikasi perjanjian itu. ***