27
Min, Sep
251 New Articles

Komisi VIII DPR RI akan Tinjau Daerah Terdampak Gempa

Ketua Komisi VIII DPR RI M. Ali Taher Parasong

Parlementaria
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Padang 28/2 --- Komisi VIII DPR RI berencana meninjau daerah yang terdampak langsung gempa bumi yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Gempa bumi yang melanda Solok Selatan pada Kamis (28/2) merusak 479 rumah di tiga kecamatan, yakni Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo, dan Sangir Batang Hari.


"Dari informasi pada Sabtu Komisi VIII DPR akan ke Solok Selatan meninjau daerah yang kena gempa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Jhonny Hasan Basri ketika dihubungi dari Padang, Sabtu (2/3/2019).

Rombongan Komisi VIII direncana meninjau masyarakat yang terdampak langsung gempa bumi di Kecamatan Sangir Balai Janggo, merupakan daerah terparah akibat gempa bumi tersebut.

Rumah warga yang rusak, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, paling berada di Kecamatan Sangir Balai Janggo pada tiga Nagari Sungai Kunyit, Sungai Kunyit Barat dan Talunan Maju.

Gempa bumi itu juga merusak fasilitas umum berupa sekolah tujuh unit, sarana ibadah dan kesehatan masing-masing tiga unit serta kantor pemerintah dan kios pasar masing-masing satu unit.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, namun 61 warga harus mendapatkan perawatan karena mengalami luka di tubuh bagian atas karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Hasil verifikasi data yang dilakukan BPBD setempat, kerugian materiil akibat bencana itu mencapai Rp25,6 miliar.

Sebelumnya Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria mengatakan untuk rumah dengan kerusakan parah akan dibantu oleh Kemnterian PUPR dan mereka sudah menurunkan timnya.

"Dirjen Perumahan sudah menerjunkan langsung petugas ke lapangan untuk mendata rumah yang akan dibantu tetapi kalau mereka butuh data kami juga ada," ujarnya.

Ia berterima kasih karena pemerintah pusat memberikan respon cepat terhadap bencana Solok Selatan dan berniat membatu rumah rusak berat.

Ia menambahkan, kalau ada donatur yang ingin membantu pihaknya siap memfasilitasi dengan data kebutuhan utama masyarakat saat ini. ***