20
Sab, Jul
220 New Articles

SSB Persido Juara U-12 dan U-14 Alex Noerdin Cup

Alex Noerdin menyematkan medali kepada juara U12, didampingi Ketum BASRI, Eddy Sofyan

Sepakbola
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lahat 10/1-- SSB Persido U-12 dan U-14 meraih juara Festival Sepakbola Alex Noerdin Cup 2019 di Stadion Gelora Serame, Kabupaten Lahat, Kamis (10/1/2019) pagi.


Persido U-12 menekuk SSB Tunas Muda dengan skor 3-2, sedangkanPersido U-14  mengalahkan SSB Porcel 3-0.

Penggagas Festival Sepakbola Alex Noerdin Cup 2019, Alex Noerdin menyerahkan langsung piala dan medali juara U-12 dan U-14.
 
Alex menyampaikan selamat kepada pada para juara. Pada hari terakhir di Lahat, akan dilakukan coaching clinic. Tiga pemain terbaik dibawa ke Palembang untuk dilatih mantan gelandang Barcelona Ronaldinho.

"Nanti akan dipilih, diambil tiga terbaik. Ada 50 anak diundang ikut coaching clinic bersama Ronaldinho di Jakabaring," kata Alex.

Selain itu,50 anak ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Nanti akan menjadi angkatan pertama dari Sekolah Sepakbola Alex Noerdin, yang bakal segera didirikan mantan gubernur Sumsel ini.

"Sebanyak 50 anak masuk SSB Alex Noerdin ini gratis. Biaya sekolah, baju, dan biaya lain gratis. Mereka akan sekolah dan belajar bermain sepakbola. Kita yakin nanti mereka akan menjadi pemain timnas nantinya," katanya.

Pelatih Persido Lardi mengatakan, anak asuhnya selalu menjalani sesi latihan dua kali dalam satu minggu di Lapangan Kodim Lahat.

“Ini trofi pertama bagi Persido U-12. Kita sudah tergabung dalam tim kurang lebih satu tahun yang lalu,” ungkap pelatih berlisensi D nasional ini.

Berbeda dengan tim Persido U-14 yang memang cukup disegani di Lahat dan kota sekitar, yang juara dua tahun berturut-turut di turnamen Forum Sepakbola Indonesia.

Tim yang turun berasal dari Kabupaten Lahat, Muara Enim, Pagaralam, dan Empat Lawang. Selain itu, tahun 2018 Persido juara kedua turnamen Andalas Cup di Kabupaten Lahat.  

Berdiri tiga tahun silam, Lardi menceritakan awalnya tidak mudah, hanyaada 12 anak yang mau bergabung. Mereka hanya hobi bermain bola, tapi tidak paham soal teknik ataupun kerjasama tim.

Datang dari keluarga tidak punya, pemain ini punya semangat dan terus kerja keras saat sudah berada di lapangan hijau.

"Dari 12 pemain awalnya, kita buktikan dengan prestasi dan akhirnya terus bertambah hingga 40 pemain untuk U-12 dan 40 pemain untuk U-14," katanya. ***