Kenangan AKBP M Arsal Sahban di Lumajang (1): Tumpak Sewu Ibarat Kepingan Surga Jatuh ke Bumi

AKBP M Arsal Sahban

Sosok
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang 29/11-- Mengakhiri tugas sebagai Kapolres Lumajang, tidak elok rasanya sebelum mengeksplorasi keindahan alam Lumajang. Kali ini saya mengeksplore tempat wisata air terjun Tumpak Sewu Lumajang. 

Air terjun Tumpak Sewu sebenarnya sudah masuk dalam radar wisata internasional. Trip wisata di luar negeri khususnya Eropa banyak yang menawarkan paket perjalanan dari Bromo - Tumpak Sewu - Kawah Ijen - Bali. 

Keindahan alam Tumpak Sewu tentu tidak diragukan lagi. Pesona air terjun tersebut bagaikan kepingan surga yang jatuh ke Bumi. Letaknya sendiri ada di Desa Sidumulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. 

Tumpak Sewu menyajikan panorama alam yang sangat indah. Para wisatawan akan disambut dengan panorama 1.000 air terjun yang membentuk bagaikan tirai. 

Selesai memandang keindahan tirai air terjun tersebut, para wisatawan akan ditawarkan turun ke dasar jurang. Di dasar jurang kita akan menemui banyak destinasi wisata lainnya seperti Air Terjun Bening, Goa Bidadari, Kolam Bidadari, stalaktit dan stalakmit yang berusia ribuan tahun, serta Goa Tetes yang di dalamnya memiliki labirin dan sungai dalam goa sedalam 8 meter. Selain itu ada Tebing perawan dan terakhir yang menjadi tujuan utama adalah seputaran sungai tempat berkumpulnya 1.000 mata air yang membentuk tirai air terjun.

 Untuk turun ke dasar jurang, kita harus mempersiapkan fisik yang prima karena kurang lebih 1.000 anak tangga harus dilewati dengan kemiringan antara 70-90 derajat. 

Menuruni tebing kita menapaki jalan tanah dan sebagian sudah dipasang tangga besi. Terkadang kita harus berjalan mundur untuk memudahkan berjalan karena saking terjalnya. Sampai di pertengahan tebing, kita akan disuguhi Air Terjun Bening. 

Para wisatawan biasanya akan mencuci muka dan meminum sedikit airnya. Selain memiliki kadar mineral tinggi, juga dipercaya membuat awet muda dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. 

Selanjutnya kita terus menuruni tebing berair karena merupakan jalur air terjun. Jadi selalu siapkan pakaian dan sepatu yang siap basah, sepatu tersebut juga dapat disewa di information guide di atas. 

Sesampai di dasar jurang, terlebih dahulu kita akan menuju ke Goa Bidadari. Goa ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para bidadari, di atas goa terdapat stalaktit yang panjangnya sekitar 20 meter dan juga ada stalakmit yang semuanya masih tumbuh dan berkembang, diperkirakan usianya mencapai ribuan tahun.  Di bawahnya terdapat kolam air yang sangat jernih yang dikenal sebagai Kolam Bidadari yang dipercaya sebagai tempat pemandian para bidadari. 

Bergeser lagi sambil menyusuri tebing, kita akan menemukan Goa Tetes. Sebuah goa yang di dalamnya berbentuk labirin dan memiliki sungai di dalam goa dengan kedalaman 8 meter. Disebut Goa Tetes karena tetesan air tidak pernah berhenti di dalam dan sekitar goa, air tidak mengalir namun menetes secara terus menerus.

Setelah menikmati spot Goa Tetes, kita akan kembali menuju jalur yang berbeda sambil menyusuri tebing sampai kita menemukan Tebing Perawan. Disebut Tebing Perawan karena berbentuk “V”. Tebing ini  memiliki ketinggian 120 meter sehingga posisi kita terlihat kecil di antara tebing-tebing yang menjepit. Para wisatawan berjalan terus menyusuri pinggiran tebing V tersebut sampai akhirnya kita sampai di 1.000 mata air yang membentuk tirai air terjun yang bermuara ke sungai. Itulah kenapa disebut Tumpak sewu yang berarti 1.000 mata air

 Air terjun Tumpak Sewu adalah sebuah air terjun berketinggian sekitar 120 meter yang merupakan air terjun terindah di Pulau Jawa dan Indonesia. Bahkan oleh wisatawan disejajarkan dengan Air Terjun Niagara di Kanada. 

Air Terjun Tumpak Sewu memiliki formasi unik karena aliran air yang melebar seperti tirai sehingga termasuk dalam tipe air terjun Tiered. Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu ada di dalam sebuah lembah curam memanjang dengan elevasi 500 meter di atas permukaan air laut. Air Terjun Tumpak Sewu terbentuk di aliran Sungai Glidih yang berhulu di Gunung Semeru.

Tak mengherankan kalau Pemprov Jatim dalam Anugerah Wisata Jawa Timur 2018 memberikan penghargaan Tumpak Sewu sebagai wisata alam terbaik di Jawa timur.  Secara berurut yaitu Terbaik I terpilih Air Terjun Tumpak Sewu Kabupaten Lumajang, terbaik II Wisata Gunung Kelud Kabupaten Kediri, dan terbaik III Watu Rumpuk Kabupaten Madiun.

Di media sosial khususnya Instagram, Air Terjun Tumpak Sewu juga sudah mendapat predikat sebagai salah satu spot petualangan yang instagramable. Banyaknya para petualang yang datang ke sini, baik yang berasal dari dalam negeri sendiri maupun mancanegara, dikarenakan treknya yang mudah dicapai. 

Bahkan seorang fotografer Inggris Hugo Healy, berhasil membuatnya memenangkan kompetisi foto #Aerial2019 yang diselenggarakan oleh aplikasi fotografi AGORA Images. 

AGORA Images adalah komunitas fotografi global dengan lebih dari 3,5 juta pengguna dari 193 negara. Kontes mingguannya mengundang fotografer untuk mengirimkan karya terbaik mereka dalam tema universal seperti #Animals, #Beauty dan #Work. Kompetisi ini dinilai oleh juri tamu Konrad Paluch, yang mengatakan:  “Saya memilih Hugo Healy karena menggabungkan keindahan alam kita yang dikombinasikan dengan getaran dramatis dan moody menjadikannya foto yang luar biasa”.

Air Terjun Tumpak Sewu berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Meski berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, wisata Air Terjun Tumpak Sewu dapat dijangkau melalui beberapa rute. 

Rute I, menggunakan kereta api dari Surabaya dan turun di Kecamatan Klakah Lumajang, selanjutnya menggunakan jalan darat menuju Kecamatan Pronojiwo. Saat ini disediakan halte di depan Polsek Pronojiwo untuk memudahkan pada wisatawan. 

Halte ini diresmikan oleh AKBP M. Arsal Sahban, yang menjabat Kapolres Lumajang waktu itu sebagai hasil kerjasama dengan Satgas Keamanan Desa. Tujuannya untuk menciptakan keamanan bagi wisatawan sehingga pariwisata semakin berkembang di Lumajang, khususnya di Pronojiwo. 

Rute II, bila menggunakan trasportasi darat perjalanan dari Surabaya langsung masuk tol- keluar di Leces Probolinggo - masuk wilayah Lumajang perjalanan terus sampai ke Pronojiwo. 

Sedangkan Rute III, jika berangkat dari Malang, Anda bisa memilih rute perjalanan Bululawang – Dampit – Tirtomoyo – Pronojiwo - perbatasan Lumajang dan Malang. 

Setelah sampai di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, wisatawan akan melihat pintu masuk obyek wisata Air Terjun Tumpak Sewu di tepi jalan. Jalan tersebut muat dua kendaraan saat berpapasan. 

Anda pun bisa langsung parkir di tempat wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Air Terjun Tumpak Sewu sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum berupa minibus. Bus-bus dengan rute Lumajang - Malang atau sebaliknya biasanya beroperasi mulai pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

Di samping Air Terjun Tumpak Sewu, di sekitar lokasi tersebut ada juga wisata lainnya yang tidak kalah menariknya, wisatawan bisa menikmati permainan arung jeram, ada juga air terjun lainnya yaitu Air Terjun Kapas Biru, kemudia Lava Tour yaitu menyusuri sungai aliran lava di kaki Gunung Semeru menggunakan jeep dan melihat Gunung Semeru sangat dekat di hadapan para wisatawan.

Selain itu ada wisata bersepeda di pematang sawah seperti di Ubud Bali, letaknya di Penanggal Kecamatan Candipuro yang berbatasan dengan Kecamayan Pronojiwo. Kecamatan Penanggal memiliki panorama hamparan sawah yang selevel dengan Ubud Bali, menurut para wisatawan mancanegara.

Ada juga wisata Melky Way. yaitu memotret pemandangan guguran lava Gunung Semeru di malam hari, di saat bintang-bintang sedang bersinar terang. Wisata ini  belum umum karena hanya dilakuka oleh para wisatawan asing penggemar photografi. (Penulis: AKBP M Arsal Sahban, saat ini adalah Wakapolresta Bogor Kota)