Pidato Lengkap Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pada Rapat Paripurna MPR RI Masa Bakti 2019-2024

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (NET)

Sosok
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 

Salam Sejahtera Untuk Kita Semua,
Om Swastiastu 
Namo Budhaya  
Salam Kebajikan 

Yang Terhormat Pimpinan MPR RI, 
Yang Terhormat Pimpinan DPR RI 
Yang terhormat Pimpinan DPD RI
Yang terhormat Pimpinan Fraksi-Fraksi MPR RI,
Yang Terhormat Para Anggota MPR RI, 
Yang Terhormat Para Anggota MPR RI, 
Yang Terhormat Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, 
Yang Terhormat  Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh
Yang saya hormati Saudara Sekretaris Jenderal MPR RI, dan Hadirin Sekalian yang Kami Muliakan,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa yang telah mengizinkan kita untuk memulai langkah dalam rangka pengabdian kita kepada bangsa dan negara melalui lembaga yang terhormat ini. Hanya dengan izin dan ridho-Nya kita mendapat kesempatan untuk memberikan pengabdian yang terbaik untuk lima tahun ke depan. 

Saudara-saudara Anggota MPR dan hadirin yang kami hormati, Alhamdulillah prosesi pengucapan sumpah/janji Pimpinan MPR RI, telah berjalan dengan khidmat. Proses pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat adalah bukti bahwa proses pengambilan keputusan di lembaga ini senantiasa berpijak pada landasan ideologi Pancasila dan konstitusi Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku telah berhasil dipilih Pimpinan MPR RI. Yaitu :
Saya sendiri sebagai ketua MPR dari Fraksi Partai Golkar
Wakil Ketua Saudara Ahmad Basarah, dari Fraksi PDI Perjuangan
Wakil Ketua Saudara Ahmad Muzani, dari Fraksi Partai Gerindra
Wakil Ketua Saudara Lestari Moerdijat, dari Fraksi Partai Nasdem
Wakil Ketua Saudara Jazilul Fawaid, dari Fraksi PKB 
Wakil Ketua Saudara Syarif Hasan, dari Fraksi Partai Demokrat
Wakil Ketua Saudara Hidayat Nur Wahid, dari Fraksi PKS 
Wakil Ketua Saudara Zulkifli Hasan, dari Fraksi PAN
Wakil Ketua Saudara Arsul Sani, dari Fraksi PPP
Wakil Ketua Saudara Fadel Muhammad, dari Kelompok DPD RI
Kami bersepuluh yang mendapat amanah akan menjalankan tugas sebagai pimpinan MPR secara kolektif kolegial serta arif dan bijaksana selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan dimulai sejak hari ini, tanggal 3 Oktober 2019 hingga 30 September 2024. 

Berdasarkan penyempurnaan Undang-undang MD3 Tahun 2019, Pimpinan MPR periode 2019-2024 terdiri atas satu Ketua dan 9 Wakil Ketua yang merupakan representasi dari masing-masing fraksi. Yang artinya, kita mengutamakan semangat kebersamaan dari semua unsur yang ada didalam Majelis Permusyawaratan Rakyat ini. Mari bersama kita jadikan MPR Rumah Kebangsaan.

Saudara-saudara Anggota MPR dan hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya, izinkanlah saya atas nama Pimpinan MPR mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk memimpin MPR RI Periode 2019-2024. Tugas ini adalah amanah mulia yang menuntut tanggung jawab yang harus kami tunaikan. Insya Allah dengan dukungan semua anggota amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya, sehingga lembaga ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.
Dengan 10 pimpinan, MPR periode ini mensyaratkan adanya sinergi dari setiap perwakilan. Oleh karena itu, kami berharap sikap gotong royong selalu terbina dari tiap-tiap anggota dalam upaya menjalankan tugas dan fungsinya. Musyawarah mufakat adalah nilai-nilai luhur dalam Pancasila yang harus selalu dikedepankan dalam proses pengambilan keputusan di lembaga yang terhormat ini. Dengan demikian, MPR hari ini terbuka sebagai ruang hangat untuk mengkaji berbagai gagasan mengenai persoalan bangsa dan Negara. 

Saudara-saudara Anggota Majelis dan hadirin yang kami hormati,
Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga Negara yang mencerminkan penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. Di lembaga ini berhimpun anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang mewakili partai-partai politik dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang mewakili daerah-daerah seluruh Indonesia. Karena itu, mari kita jadikan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, tempat untuk membicarakan masalah-masalah mendasar dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rumah untuk mengamankan ideologi Pancasila, melaksanakan Konstitusi, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengawal tegaknya kehidupan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. 

Tekad dan semangat untuk melaksanakan ideologi Pancasila tidak boleh pudar, melainkan harus tetap menyala dan terus kita mantapkan. Tantangan yang kita hadapi semakin bertambah berat, karena banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal Pancasila. Bahkan ada diantara mereka yang lebih menyukai ideologi lain daripada Pancasila. Sehingga banyak ditemukan adanya tindakan intoleran serta sikap dan perilaku yang semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila. 

Karena itu, MPR ke depan diharapkan mampu menunjukkan eksistensinya dalam mengatasi persoalan-persoalan ideologis di tengah masyarakat. Tugas ini termaktub dalam revisi UU MD3, yakni memasyarakatkan empat pilar: UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Melihat perkembangan dunia global dan pesatnya teknologi informasi, MPR  diharapkan menjadi lembaga terdepan memimpin penguatan Empat Pilar Indonesia secara luas. Oleh karena itu, kami sangat berharap, tugas yang cukup berat ini mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota MPR, yang juga berperan sebagai agen Empat Pilar di daerah pemilihannya masing-masing. 

Terkait dengan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, kita tidak boleh melupakan jasa Almarhum Bapak Doktor Taufik Kiemas, Ketua MPR RI Masa Bakti 2009-2014, karena beliaulah yang memelopori sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan sampai sekarang ini. Untuk itu, saya ingin mengajak hadirin sekalian, para anggota Majelis Yang Terhormat untuk mendoakan beliau, semoga almarhum mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Diampuni segala dosa dan kesalahannya serta diterima segala amal ibadahnya. Amin Ya Robbal Alamin. 

Saudara-saudara Anggota MPR dan hadirin yang kami hormati,
 Bagi MPR, tugas melantik Presiden dan Wakil Presiden secara simbolik bukanlah tugas yang berat, namun memastikan apakah MPR, DPR, DPD serta Pemerintah dapat bekerja sama guna menciptakan keadilan di masyarakat adalah tantangan berat bagi kita bersama. Sebagaimana diketahui, kejadian sepekan lalu dalam bentuk demonstrasi yang masif di berbagai tempat di tanah air, memperlihatkan adanya ketidakstabilan hubungan antara negara dengan masyarakat. Kejadian-kejadian tersebut mengetuk kita kembali untuk membuka ruang-ruang dialog yang mengedepankan persatuan dalam rangka mengurai ketegangan pasca pemilu atau pun ketegangan yang terjadi baru-baru ini.  Kami yakin, kerja gotong royong ini mudah dilakukan apabila kita mengedepankan rasa saling percaya, daripada persaingan dan rasa curiga di antara kita.

Saudara-saudara Anggota Majelis  dan hadirin yang kami muliakan,
Sebagaimana kita ketahui bersama, di awal Persidangan MPR, Pimpinan MPR Masa Jabatan 2014-2019 telah menyampaikan memori jabatan dan Rekomendasi MPR Masa Jabatan 2014-2019 untuk ditindaklanjuti oleh MPR Masa Jabatan 2019-2024. Muatan rekomendasi tersebut antara lain:

Pokok-Pokok Haluan Negara untuk dilakukan kajian lebih mendalam mengenai substansi dan bentuk hukum, termasuk membangun konsensus politik yang memungkinkan ditetapkannya dalam Ketetapan MPR.

Penataan Sistem Ketatanegaraan yang meliputi: Penataan Kewenangan MPR, Penataan Kewenangan DPD, Penataan Sistem Presidensial, Penataan Kekuasaan Kehakiman, dan Penataan Sistem Hukum dan Peraturan Perundang-undangan Berdasarkan Pancasila Sebagai Sumber Segala Sumber Hukum Negara, MPR Masa Jabatan 2019-2024 perlu melanjutkan kajian lebih mendalam.

Pelaksanaan Pemasyarakatan Nilai-Nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta Ketetapan MPR RI. 

Untuk menindaklanjuti rekomendasi MPR Masa Jabatan 2014-2019, sesuai dengan agenda kita pada hari ini, kita masih menyisakan 1 (satu) agenda penting, yaitu Pembentukan Badan-Badan yang terdiri atas Badan Sosialisasi, Badan Pengkajian, dan Badan Penganggaran, serta unsur pendukung tugas MPR, yaitu Komisi Kajian Ketatanegaraan.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Tata Tertib MPR Pasal 41, Pasal 46, Pasal 51, dan Pasal 58: Badan Sosialisasi merupakan alat kelengkapan MPR yang dibentuk oleh MPR dalam Sidang Paripurna MPR untuk melaksanakan tugas menyosialisasikan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta Ketetapan MPR.

Badan Pengkajian merupakan alat kelengkapan MPR yang dibentuk oleh MPR dalam Sidang Paripurna MPR untuk melaksanakan tugas mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pelaksanaannya; menyerap aspirasi masyarakat, daerah, dan lembaga negara berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; merumuskan pokok-pokok pikiran tentang rekomendasi MPR berkaitan dengan dinamika masyarakat; serta meninjau dan mengevaluasi pelaksanaan Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 tentang Peninjauan Materi dan Status Hukum Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR RI dari tahun 1960 sampai dengan tahun 2002, khususnya Pasal 4.

Badan Penganggaran MPR merupakan alat kelengkapan MPR yang dibentuk oleh MPR dalam Sidang Paripurna MPR untuk melaksanakan tugas merencanakan arah kebijakan umum anggaran untuk tiap 1 (satu) tahun anggaran; menyusun program, kegiatan dan anggaran MPR; melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran; serta menyusun standar biaya khusus anggaran, program dan kegiatan MPR.

Sedangkan Komisi Kajian Ketatanegaraan merupakan unsur pendukung MPR yang melaksanakan kajian ketatanegaraan yang dalam pelaksanaan tugasnya berkoordinasi dengan Badan Pengkajian MPR.

Pada Sidang Paripurna MPR ini kita akan putuskan pembentukan Badan-Badan dan Komisi Kajian Ketatanegaraan yang telah saya sebutkan tadi. Sedangkan untuk jumlah anggota, komposisi keanggotaan, rincian tugas, dan tata kerjanya akan diputuskan pada Rapat Gabungan Pimpinan MPR dengan Pimpinan Fraksi dan Kelompok DPD yang dalam waktu dekat ini akan segera dilaksanakan.

Untuk itu, kami mintakan persetujuan dari Saudara-saudara sekalian,  apakah Usul Pembentukan Badan Sosialisasi, Badan Pengkajian, Badan Penganggaran, dan Komisi Kajian Ketatanegaraan dapat disetujui?

 

Saudara-saudara Anggota Majelis  dan hadirin yang kami muliakan,

Kami berharap, MPR periode ini adalah MPR yang terbuka dan mampu menatap pekembangan baik nasional, mapun internasional. Sehingga, MPR menjadi lembaga yang komunikatif  bagi para anggotanya, terutama dalam menyikapi kebutuhan amandemen Undang-undang Dasar 1945. Tentunya, pilihan atas itu harus mengedapankan pada rasionalitas dan konsekuensi. Serta yang paling penting tidak merusak tatanan kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai sumber hukumnya. 

Kami yakin, tugas MPR 2019-2024 akan berjalan dengan baik. Pimpinan MPR dari setiap fraksi, kami yakin adalah tokoh-tokoh terbaik yang memiliki integritas, kapasitas, kapabilitas, dan leadership yang mumpuni, sehingga akan mampu menjalankan fungsi dan peran dengan baik. Pada kesempatan ini pula, kami memohon doa dan dukungan kepada para anggota Majelis agar kerja sama ini terjalin dalam semangat kekeluargaan dan gotong royong.

 

 

Saudara-saudara Anggota Majelis  dan hadirin yang kami muliakan,

 

  Sebelum kami menutup Sidang Paripurna ini, perkenankan kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, SH., MH.,  Pimpinan Sementara MPR, Bapak Sabam Sirait, Bapak Abdul Wahab Dalimunthe, dan Pimpinan Sementara Termuda kita, Saudari Hillary Brigitta Lasut yang telah memimpin persidangan MPR dengan sangat baik dan penuh kekeluargaan. 

Tidak lupa pula ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Sekretariat Jenderal MPR yang telah memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan Sidang MPR Awal Masa Jabatan ini, seluruh unsur pengamanan TNI/POLRI yang telah mendukung terlaksananya Sidang Paripurna MPR ini dengan tertib dan lancar, dan kepada insan pers, dan media massa yang telah meliput kegiatan ini, serta semua pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Sidang MPR Awal Masa Jabatan.

 

Saudara-saudara Anggota MPR dan hadirin yang kami hormati,

Sebagai ungkapan rasa syukur kita semua atas terlaksananya seluruh rangkaian Sidang Paripurna MPR, marilah kita berdoa bersama yang akan dipimpin oleh yang terhormat Saudara Drs. H. Zainut Tauhid Saadi, M.Si, kami silakan.

 

 

 

 

Kami ucapkan terima kasih kepada yang terhormat saudara Drs. H. Zainut Tauhid Saadi, M.Si, yang telah memimpin doa. Semoga Allah Subhanahu Waa Taalla, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua agar dapat menjalankan amanah untuk mengabdi kepada masyarakat, nusa, bangsa, dan negara Indonesia. Aamin ya rabbal alamin. 

Akhirnya, kami ucapkan selamat bekerja untuk kita semua.  Semoga Allah SWT memberkati perjuangan kita. Sebagai penutup saya akan mengakhiri pidato ini dengan tiga buah bait pantun :

 

Hujan turun topan melanda 

Patah satu anak tangga

Meskipun kita berbeda-beda

Hidup rukun harus dijaga 

 

 

Sungguh sejuk air kelapa 

Kelapa muda tersisa tiga

Meskipun kita tadi sempat berbeda 

Marwah MPR harus kita jaga

 

 

Hendak berburu pergi ke hutan 

Jangan lupa membawa senapan 

Jika Pancasila ingin jadi kenyataan

Ayo teruskan sosialisasi 4 pilar kebangsaan 

 

 

Akhirnya, dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbilalamin, Sidang Paripurna MPR, kami tutup. 

 

     

 

    Terima kasih.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ketua MPR RI Masa Bakti 2019-2024

H Bambang Soesatyo SE MBA