21
Sen, Okt
107 New Articles

Partai Golkar Butuh Sosok Pemimpin Soft Power yang Demokratis

Syamsul Rizal

Opini
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Joseph S Nye dalam buku The Means to Success in World Politics menyatakan bahwa kepemimpinan modern hendaknya bertumpu pada soft power ketimbang hard power.  Soft power adalah sosok pemimpin demokratis, sementara hard power yang bertumpu pada sosok gagah berani dan kekuatan militer serta meniscayakan komando dan represi adalah model pemimpin kuat yang otoriter. 

Partai Golkar kedepan harus mengangkat Pemimpin politik yang demokratis dengan mengutamakan usaha merangkul dan memikat sehingga  pemimpin selain dekat dengan kakuasaan, juga dekat dengan kader dan dicintai rakyat dalam kepemimpinannya. 

Soft power kini menjadi model yang paling banyak dianut karena dipandang mampu menjamin secara politik maupun demokrasi dan HAM. Calon Ketua umum  partai golkar harus memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis dengan menjalankan beberapa prinsip pokok kepemimpinan politik di antaranya adalah, Ketua Umum Partai Golkar  harus lahir dari rakyat atau kader yg yang matang dan telah melalui proses yang panjang, memiliki sifat terbuka dan bermartabat.

Selain itu bahwa Munas Golkar akan datang harus dijalankan secara demokratis dengan mengedepankan keinginan kader sebagai subjek yang bebas dan memiliki kehendak untuk maju sehingga harus diperlakukan setara dan adil. 

Kriteria utama kepemimpinan Partai Golkar ke depan harus memiliki jiwa membangun dialog, tanpa lelah menegosiasikan berbagai kepentingan dan mampu menghasilkan beragam kebijakan dalam kultur dialogis. Meski terkesan rumit dan berliku, proses ini ternyata efektif untuk mendorong perubahan secara pasti dan berkelanjutan. 

Kepemimpinan Golkar ke depan tidak boleh lagi mengumbar janji tetapi aktif membangun mimpi bersama kader dan rakyat serta mewujudkannya. Pemimpin demokratis mampu meraih hal-hal besar dengan langkah-langkah kecil yang konkret, terencana dan sistematis. Singkatnya, Ketua Umum Partai Golkar ke depan  adalah sosok sederhana, jujur dan pekerja keras yang mampu menawarkan visi yang realsitis dan program konkret untuk memajukan bangsa.

Dari apa yg saya uraikan singkat di atas, ada beberapa Kader Golkar  yang menurut saya mumpuni dan layak memimpin Partai Golkar ke depan, sehingga akan lebih baik. Mereka juga adalah kader - kader yang sudah teruji dalam kepemimpinan sejak
Mahasiswa bahkan kepemimpinan dalam membangun Partai Golkar. Yang saya maksudkan layak memimpin Partai Golkar adalah, Bambang Susatiyo dan Ridwan Hisjam. Dua tokoh ini saya kenal dekat dan tahu persisis track record  kepemimpinan mereka maupun keseharian mereka dalam hal interkasi sosial dengan semua kalangan. 

Dua tokoh ini selain sebagai Pengusaha sukses, mereka juga aktif dalam berbagai organisasi sosial, profesi bahkan pernah terlibat dalam gerakan politik nasional kebangsaan.  Pemimpin Partai Golkar saat ini yakni  Airlangga Hartarto, menurut saya juga baik. Akan tetapi karena Golkar secara tradisi selalu satu periode kepemimpinannya, harapan saya ke depan harus ada regenerasi kepemimpinan, walau Airlangga seandainya masih ada keinginan untuk tetap maju pada periode kedua. Organisasi yang sehat adalah organisasi yg sukses membangun regenerasi kepemimpinan.  (Syamsul Rizal/ Presidium Garda Panca Bhakti)