Ketua IMO Umum Indonesia Sebut Pers Berkontribusi pada Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

Yakub F Ismail, tengah. (IMO INDONESIA)

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 9/2 -- Pers Indonesia sangat dibutuhkan untuk berperan aktif menguatkan dan menggerakkan perekonomian kerakyatan berbasis digital, ungkap Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F Ismail dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Menurut Yakub, karena kehadiran pers yang semakin meningkat di Indonesia saat ini, sangat mempengaruhi perkembangan dan kemajuan sektor usaha kecil dan menengah, terutama dalam menghadapi kemajuan zaman dan arus digitalisasi yang sangat pesat.

Sehingga melalui kritik-kritik yang tajam dari pers itu sendiri, pemerintah Indonesia tanpa terkecuali dapat bekerja dengan baik untuk membangun ekonomi kerakyatan berbasis digital yang selama ini dicita-citakan oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jokowi dan Jusuf Kalla.

Pers sangat berperan dalam menyuarakan dan menghadirkan masukan kepada pemerintah, baik pusat dan daerah. Di era serba digital saat ini, pemberitaan dari pers terkait daya saing UKM sangat diperhatikan.

"Tak kalah menariknya, kali ini HPN 2019 diselenggarakan di Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar nomor dua di Indonesia setelah ibukota Jakarta. Surabaya juga menjadi tonggak sejarah pertumbuhan pers Indonesia," katanya.

Menyinggung keberadaan IMO Indonesia, Yakub menyatakan Ikatan Media Online atau IMO-Indonesia, lahir demi kemajuan pers yang sehat secara digital. Sehingga melalui momentum HPN 2019, Pers Indonesia dapat menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia.

"Seperti organisasi perusahaan pers nasional Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, merupakan salah satu motor penggerak insan pers dalam merayakan Hari Pers Nasional," kata Yakub, menyinggung perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Organisasi perusahaan IMO-Indonesia, lanjut Yakub, berharap pers perlu menjaga kesatuan kebangsaan Indonesia. Ini disebabkan media-media pers,besar kemungkinan akan mengalami perubahan, tapi wartawan/jurnalis akan terus jaya dan abadi keberadaannya.

Tugas utama wartawan atau jurnalis dan media massa ialah merawat dan menjaga keutuhan NKRI, termasuk dengan menyampaikan kritik dan sudut pandang pers yang sehat secara independen.

"IMO Indonesia yang memiliki komitmen menangkal berita hoak atau hoax, mengajak insan pers melalui perayaan HPN 2019 ini menjadi momentum untuk memperkuat peranan pers sebagai jembatan sekaligus ujung tombak ekonomi kerakyatan berbasis digital," ujar dia. ****