20
Sab, Jul
220 New Articles

Lakukan Razia WNA yang Visa Tinggalnya Hampir Habis

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (NET)

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 11/1 -- Sebanyak 20 orang Warga Negara Asing (WNA) dari beberapa negara yang datang ke Palembang, Sumatera Selatan, menggunakan paspor wisata , namun justru membuka usaha. Sebelumnya mereka juga pernah membuka praktik terapi di Medan, Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Imigrasi, bersama Kepolisian agar melakukan razia terhadap WNA.

"Terutama bagi yang WNA yang visa tinggalnya sudah hampir habis maupun yang menyalahi ketentuan visa yang berlaku, serta segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam kasus tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 122 A Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Direktorat Jenderal Imigrasi juga diminta untuk meningkatkan pengawasan dan lebih ketat dalam melakukan pemberian visa izin tinggal terbatas terhadap WNA yang akan berkunjung ke Indonesia.

"Pemerintah supaya  meningkatkan pengawasan dan lebih ketat terhadap perizinan-perizinan usaha yang dilakukan oleh WNA, agar dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan izin oleh WNA, serta terus memantau aktivitas WNA selama berada di Indonesia," tambahnya.

Politisi Partai Golkar dari Dapil VII Jateng ini juga mendorong Direktorat Jenderal Imigrasi bersama instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya pencegahan secara komprehensif guna menghindari atau mencegah terjadinya penyalahgunaan izin terhadap WNA yang datang ke Indonesia.

"Mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi atau melaporkan kepada pihak yang berwenang, seperti kepada aparat  Kepolisian, Direktorat Jenderal Imigrasi, atau melalui aplikasi DPRNow!, jika mengetahui adanya WNA yang tidak memiliki izin tinggal atau usaha yang valid," demikian Ketua DPR. ***