Rangkul Ulama yang Berpaham Radikal

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (NET)

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 10/1 -- Hasil penelitian Pusat Pengkajian Islam, Demokrasi, dan Perdamaian (Puspidep) bersama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (PPIM UIN) dan Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga terhadap 450 ulama sebagai responden di 15 kota, diketahui 4 persen ulama masih menganut paham radikal, bahkan 2,67 persen ulama tergolong ekstrem, dan 9,79 persen masuk kategori eksklusif yaitu meski tidak radikal dan ekstrem namun menolak konsep negara dan bangsa.


 Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan pimpinan DPR Komisi VIII DPR bersama pemerintah agar segera menuntaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pesantren dan Pendidikan Agama yang dapat menjadi landasan hukum dalam penyusunan pendidikan keagamaan di Indonesia.

"Kementerian Agama (Kemenag) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara bersama memberikan pemahaman sebagai upaya agar dapat merangkul ulama yang berpaham radikal dan intoleransi," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Mengimbau masyarakat untuk kritis dalam menerima informasi baik dalam bentuk ceramah ataupun berita, terutama informasi yang berkaitan dengan paham radikal dan intoleransi antar umat beragama, serta tidak mudah terpecah-belah.

" Kemenag, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menginisiasi regulasi terkait dengan banyaknya berita hoax dan ujaran kebencian yang berkedok agama," demikian Ketua DPR. ***