17
Sab, Apr
267 New Articles

Ponpes Sunanul Muhtadin dan Unesa Tandatangani MoU, Gus Jazil: Kita Butuh Kombinasi Utuh Dasar Agama dan Kemampuan Modern

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Surabaya  7/4)--- Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Sunanul Muhtadin SMP Al Maajid, Sidayu, Gresik, Jawa Timur, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kampus Unesa, Lidah Wetan, Surabaya,  Rabu (7/5). Pola pendidikan yang diterapkan di ponpes langsung di bawah binaan Unesa sehingga kualitas pendidikannya terjamin.

Penasehat Ponpes Modern Sunanul Muhtadin SMP Al Maajid yang juga Wakil Ketua MPR Dr Jazilul Fawaid bersyukur ponpes itu bisa menjalin kerja sama dengan Unesa sebagai kampus yang menjadi salah satu barometer pusat pendidikan di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
 
”Kita membutuhkan lembaga pendidikan yang mengombinasikan secara utuh antara dasar-dasar agama dengan kemampuan modern. Tentu Unesa sebagai ‘pabriknya’ guru, tenaga pendidik, saya yakin nanti pesantren ini akan memiliki energi yang kuat untuk melahirkan para lulusan yang memiliki karakter Indonesia yang utuh, kekuatan agama yang utuh, kekuatan cinta Tanah Air yang utuh,” katanya.
 
Dikatakan Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, pola pendidikan di Ponpes Sunanul Muhtadin akan difokuskan pada pendalaman Alquran, bahasa internasional khususnya Arab dan Inggris, serta mampu menerapkan hidup dengan lingkungan sosial.
 
”Jadi pesantren yang lulusannya memiliki kepekaan sosial, kemampuan bergaul dengan dunia sosial yang baik. Tentu bimbingan Unesa ini menurut saya nanti akan memberikan checklist, siswa ini kemampuan dan bakatnya dimana, nanti diarahkan. Jadi nantinya siswa memiliki komitmen pada penguasaan dasar-dasar kitab kuning seperti yang diajarkan di pesantren,” tutur Ketua Ikatan Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu.

Gus Jazil mengatakan, santri Ponpes Sunanul Muhtadin akan menjalani pendidikan dengan sistem boarding school secara penuh layaknya di pesantren pada umumnya, namun memiliki kemampuan pengetahuan umum yang memadai di bawah binaan langsung Unesa.

Sementara itu, Rektor Unesa Prof Dr H Nurhasan MKes mengatakan, melalui MoU tersebut, Unesa akan mendampingi secara penuh kemajuan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, termasuk proses pembelajaran dan kurikulum di Ponpes Modern Sunanul Muhtadin.
 
”Dengan begitu pesantren ini menjadi pesantren modern yang nantinya akan melayani dengan baik masyarakat di wilayahnya maupun Indonesia. Bahkan kita berfikir Unesa akan membantu siswa dari luar negeri, kita siapkan betul,” katanya di sela penandatanganan MoU oleh Pengasuh Ponpes Sunanul Muhtadin KH M Sunan Hamli dengan Rektor Unesa.
 
Menurut Nurhasan, dengan adanya MoU maka kerja sama yang dilakukan semakin konkret untuk menjadikan Ponpes Sunanul Muhtadin sebagai pesantren modern berkarakter dengan mengkombinasikan kemampuan pendidikan umum dan agama secara baik.
 
Menurutnya, selama ini Unesa telah melakukan kerja sama serupa dengan sejumlah sekolah berkualitas di berbagai daerah. Salah satunya Al Hikmah Surabaya. ”Bentuk pendampingan tidak hanya dengan kita datang, tapi selalu mengikuti perkembangan, dan SDM selalu kita beri informasi mengenai perubahan-perubahan dan kebaruan tentang pendidikan,” katanya. ***