04
Kam, Mar
158 New Articles

Waspada Virus Corona Jenis Baru, Bamsoet: Terapkan Karantina Wilayah Jika Masuk Indonesia

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 28/12 -- Adanya virus Corona jenis baru asal Inggris yang berpotensi menular 70 persen lebih cepat antar manusia, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 segera melakukan langkah-langkah pencegahan seperti menerapkan karantina wilayah secara parsial, apabila menemukan indikasi virus corona mutasi dari Inggris tersebut masuk ke wilayah Indonesia.

"Meminta pemerintah mempertimbangkan untuk melarang sementara atau memperketat pemberian visa masuk ke Indonesia terutama untuk kunjungan wisata bagi turis asing ke Indonesia, khususnya turis asal Inggris maupun turis yang memiliki riwayat bepergian dari Inggris dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, dan turis dari negara-negara yang sudah mengonfirmasi adanya virus corona mutasi asal Inggris, seperti Irlandia, Italia, Denmark, Israel, Belanda, serta Australia, serta mempertimbangkan untuk memberikan travel warning, guna mencegah masuknya virus corona baru tersebut ke Indonesia," kata  Bamsoet di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Ketua MPR mendorong pemerintah agar melarang sementara atau memperketat prosedur  bagi Warga Negara Indonesia/WNI dari Inggris dan negara lain yang ingin pulang ke Indonesia, guna mencegah virus baru corona tersebut masuk ke Indonesia. Pemerintah harus belajar dari pengalaman awal masuknya virus corona ke Indonesia.

 

"Pemerintah bekerjasama dengan peneliti ahli virus di Inggris dan pihak-pihak terkait lainnya agar mempercepat penelitian terhadap mutasi baru virus corona tersebut, serta mempercepat penelitian vaksin Covid-19 untuk populasi dengan temuan varian mutasi baru, agar dapat diketahui dampaknya, tingkat keamanan, kehalalan, dan efikasinya," kata Bamsoet.


Ditegaskan, pemerintah agar memberikan perlindungan kepada WNI di Inggris maupun di negara-negara lainnya terhadap ancaman dari bahaya Covid-19 maupun dari virus corona varian/ jenis baru tersebut.

***