23
Sab, Nov
105 New Articles

APLI Jadi Saksi, Arsal: Penyidik Ingin Tahu Verifikasi APLI dalam Meloloskan QNet

AKBP M Arsal Sahban

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang 7/11-- Pemanggilan terhadap APLI untuk diminta keterangannya sebagai saksi fakta bukan sebagai ahli oleh penyidik Tim Cobra Polres Lumajang.  Direncanakan pimpinan APLI harus hadir pada  Jumat  (8/11) di Polres Lumajang. 

Tujuan pemanggilan untuk meminta keterangan kepada APLI terkait proses verifikasi dalam meloloskan perusahaan QNet (PT QN International Indonesia) sehingga dapat beroperasi sebagai perusahaan penjualan langsung  di Indonesia.

Selain itu penyidik juga ingin mendalami pembinaan dan pengawasan yang dilakukan terhadap perusahaan QNet. Karena diketahui, perusahaan ini sudah berjalan 21 tahun di Indonesia dan selalu berganti baju pada saat mendapat masalah. Mulai dari Gold Quest lalu bermasalah berubah menjadi Quest Net dan bermasalah kembali, kemudian berubah baju menjadi QNet.

Di negara lain seperti di India, QNet juga ramai diperbincangkan sebagai perusahaan money games. Hal ini juga akan ditanyakan kepada APLI,  apakah mengetahui persoalan ini apa tidak?! Karena bisa saja verifikasi yang salah prosedur sehingga berimbas kepada korban masyarakat kecil. 

Banyak masyarakat kecil terlilit utang akibat doktrin UGD (Utang, Gadai, Dol) yang selalu di ajarkan oleh Perusahaan Amoeba yang merupakan Mitra PT QN International Indonesia (pemilik brand QNet).

Penyidik sudah berulang kali menyampaikan pada APLI di mana banyak pelanggaran kode etik dan tindak pidana yang dilakukan perusahaan QNet (PT QN International Indonesia).

APLI adalah Asosiasi Penjualan Langsung di Indonesia yang bertugas melakukan verifikasi kepada perusahaan yang ingin melakukan perdagangan/penjualan langsung. Selain itu APLI memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan dan pembinaan kepada anggotanya supaya tidak disusupi perusahaan money games.

"Penyidik memerlukan klarifikasi langsung dari APLI mengapa dapat meloloskan perusahaan QNet sedangkan banyak pelanggaran kode etik dan tindak pidana yang dilakukannya. Serta track record perusahaan QNet yang juga bermasalah di luar negeri.  Di India ramai masyarakat berdemo ke perusahaan QNet yang mereka anggap sebagai perusahaan scam atau money games. Terlalu banyak jejak pelanggaran yang ditinggalkan QNet namun mengapa APLI tidak menciumnya sama sekali, malah dapat beroperasi sebagai perusahaan penjualan langsung di Indonesia. Semua ini hanya pihak APLI yang dapat menjawabnya,” ungkap Kapolres Lumajang AKBP  M Arsal Sahban di Lumajang, Kamis (7/11/2019).

“Kami berharap pihak APLI mau datang memenuhi panggilan kami dengan tujuan untuk sama-sama memberangus kejahatan money games di Indonesia. Jangan lagi ada perusahaan serupa beroperasi di Indonesia, apalagi sampai berjalan 21 tahun. Di Indonesia. yang pasti, siapa pun yang terlibat dalam penipuan investasi ini, akan berhadapan dengan hukum. Hukum harus kita tegakkan bersama,” pungkas Arsal. ***