19
Kam, Sep
124 New Articles

Harga Sapi asal Lumajang Naik Dua Kali Lipat Jika Dijual di Jakarta

AKBP M Arsal Sahban

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang 7/9 --- Tak banyak yang mengetahui ternyata pasar hewan Lumajang adalah yang terbesar di Provinsi Jawa Timur. Hilir mudik ratusan bahkan ribuan ekor hewan ternak setiap hari Senin dan Jumat, menandakan betapa tingginya perputaran uang di pasar hewan tersebut. Mulai dari sapi, kerbau, hingga kambing dan juga domba ditawarkan oleh penjual kepada para calon pembeli.

Ponirin, salah satu pembeli dari Kabupaten Situbondo mengatakan hampir setiap bulan dirinya datang ke Lumajang untuk membeli sapi. "Di daerah saya sebenarnya juga ada pasar hewan seperti ini, cuman tempatnya tak  seluas ini. Selain itu, harga sapi di sini relatif lebih murah ketimbang di daerah saya" ungkapnya.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, warga Timor Leste yang bernama Taree (pria, 36 tahun) membeli 13 ekor sapi untuk dikirim ke negaranya,  dijadikan bibit unggul. Meskipun pengiriman sapi sapi tersebut membutuhkan waktu hingga 15 hari, ternyata hal tersebut tak menyurutkan minat warga negara asing untuk mendatangkan sapi terbaik asal Kabupaten Lumajang.

Penjual sapi di Pasar hewan Lumajang pun datang dari berbagai kota. Pak Sohari (46 tahun) datang dari Pasuruan untuk menjual sapi di sini karena pasar hewan Lumajang yang terbesar se-Jatim dan pembelinya bukan hanya lokalan, tapi ada pembeli sapi dari Jawa Barat dan Kalimantan.

"Kalau jual di pasar hewan Lumajang cepat lakunya dan harganya juga tinggi, karena pembelinya kan dari mana-mana. Banyak orang Kalimantan dan dari Jawa Barat cari sapi ke sini. Di Pasuruan dan Probolinggo juga ada pasar hewan tapi kecil dan pembelinya hanya lokalan saja, ”ucap Sohari.

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban yang juga pernah patroli di pasar hewan Lumajang menjelaskanpotensi inilah yang ingin beliau gali agar dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Lumajang. "Saya melihat dari pasar hewan ini, Lumajang memiliki potensi yang sangat besar khususnya di sektor peternakan sapi. Bahkan saya yakin pasar ini tak kan pernah kehabisan sapi untuk dijual, mengingat sekitar 70% warga Kabupaten Lumajang memiliki hewan ternak sebagai investasi di masa depan, selain itu masyarakat di kabupaten tetangga juga menjual sapinya di pasar hewan Lumajang karena pembelinya datang dari Kalimantan, Jakarta dan dari kota-kota lain di Indonesia," ungkap Arsal di Lumajang, Sabtu (7/9/2019).

 "Sapi di sini juga cukup murah. Bahkan jika dihitung- hitung dengan biaya transportasi, masih berani diadu dengan harga sapi di Ibukota Jakarta. Pengalaman saya bertugas di jakarta, harga sapi seharga Rp25 juta di Jakarta sama dengan sapi seharga Rp14 juta di pasar hewan Lumajang. Harapan saya
semoga kedepan tidak hanya mencukupi pangsa pasar nasional, tetapi sapi Lumajang juga bisa di ekspor ke luar negeri," tambah Arsal.

“Tantangan kita saat ini karena masih seringnya terjadi pencurian sapi, sehingga membuat warga banyak yang takut memelihara sapi. Masalah ini yang harus kita cari solusinya bersama,” pungkasnya.***