19
Kam, Sep
124 New Articles

Antisipasi Konflik Sengketa Lahan, Kapolres Lumajang Gagas Pemanfaatan Program Hutan Sosial

AKBP M Arsal Sahban

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang 6/9--  Di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang kini sedang terjadi konflik horizontal antara masyarakat dengan perhutani, di mana keduanya saling berebut hak milik tanah.

Masyarakat merasa bahwa tanah di sana adalah warisan dari nenek moyang mereka yang merupakan Suku Tengger dan mendiami wilayah Argosari sejak berdirinya Kerajaan Majapahit. 

Sedangkan pihak perhutani mengklaim tanah tersebut adalah tanah pemerintah dan peruntukannya digunakan untuk hutan lindung di mana pengelolaan dilakukan oleh perhutani.

Untuk mengatasi hal tersebut Kapolres Lumajang  AKBP M Arsal Sahnan menggagas  pemanfaatan Program Hutan Sosial di mana masyarakat mendapat hak atas pengelolaan lahan perkebunan, dan pihak perhutani mendapat  bagian untuk penanaman hutan lindung.

“Mari cari jalan tengah untuk mengatasi konflik sengketa lahan ini. Alangkah lebih baik kalau masyarakat mengikuti program hutan sosial karena pembagiannya 70% masyarakat dan 30% untuk negara. Sehingga masyarakat tidak perlu risau oleh persoalan pidana yg terjadi akibat pemanfaatan hutan tanpa izin,” kata Kapolres di Lumajang, Jumat (6/9/2019/.

Nurul Huda selaku Ketua Serikat Pertanian menambahkan, “Kami tidak pernah tahu program hutan sosial ini, dan sepertinya ini dapat menjadi titik terang agar tidak ada lagi konflik antara perhutani dan masyarakat Tengger. Kami setuju dengan adanya pemanfaatan program Hutan Sosial tersebut dan kami ingin program ini segera dapat diterapkan,” ujar Huda.***