21
Sen, Okt
107 New Articles

Ikan Paus 11 Meter Terdampar di Pantai Bambang Lumajang

Ikan paus terdampar

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang 11/7 --  Masyarakat Dusun Rekasan Desa Bago Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang digegerkan dengan temuan seekor ikan paus yang mati membusuk di pesisir Pantai Bambang, Kamis (11/7/2019).

Hal tersebut pertama kali diketahui warga Dusun Rekesan, Siyo (47 tahun) pada saat akan pergi ke sawah yang lokasinya dekat dengan pesisir Pantai Bambang. Saat itu Siyo melihat ada benda besar dan baunya menyengat, setelah didekati ternyata bangkai ikan paus yang panjangnya sekitar 11 meter. Selanjutnya temuan tersebut  dilaporkan kepada Kepala Dusun Rekasan dan Polsek Pasirian.

Personel Polsek Pasirian yang mendengar informasi tersebut segera mendatangi lokasi. Setelah berkoordinasi dengan masyarakat, anggota Polsek Pasirian mengajak masyarakat dan Satgas Keamanan Desa setempat untuk mengubur paus tersebut di lokasi penemuan.

 “Melihat kondisi ikan paus yang sudah membusuk tersebut dimungkinkan ikan paus sebesar 4 kali tubuh orang dewas itu sudah mati beberapa hari yang lalu di lautan. Bangkai yang terombang ambing di lautan tersebut terseret ombak hingga ke pesisir dan terdampar di pantai Bambang.
Di sini saya menghimbau agar tetap menjaga kelestarian laut, karena jika dilihat sebenarnya paus tersebut bisa tumbuh lebih besar lagi. Namun karena pencemaran di lautan mungkin penyebab kematian mamalia terbesar di lautan tersebut. Untuk ke depannya marilah kita jaga alam kita agar hal seperti ini tidak terjadi lagi, “ungkap 
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH.

“Kami juga tetap akan melakukan penyelidikan tentang sebab-sebab kematian ikan paus tersebut, apakah ada perburuan ikan paus oleh nelayan atau sebab-sebab lain seperti pencemaran di lautan,” tambah Arsal

Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiarto SH menambahkan, “ Bersama perangkat desa, kami sepakat bangkai paus segera dikubur supaya tidak menimbulkan bau busuk, karena ukurannya yang sangat besar. ”  ***