19
Kam, Sep
124 New Articles

Tim Cobra Terima Uang untuk Bebaskan Pelaku Kasus Mercon Berita Hoaks

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH.

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang (12/6) --- Isu yang cukup viral di Lumajang ditulis oleh akun Evi Hilman di Grup Facebook Sahabat MAS yang menyatakan kalau kasus pembuat mercon dilepas karena membayar sejumlah uang.

Adapun isi postingannya  sebagaimana yang dikutip Selasa  (11/6/2010): “Boleh cerita sedikit nggeh...
Masih ingatkn dg kasus mercon beberapa waktu lalu yg saat ini pelakunya sudah dibebaskn(digroup kabarx dilepaskn krn alasan kemanusiaan)kasus desa curah petung kec.kedungjajang
Sya asli curah petung....
Beberapa hari ini setiap kali saya sonjo krumah tetangga saya setiap topik pembicaraan slalu k TIM KOBRA
Tpi sayangx didesaq masih terlalu banyak orang2 berfikiran primitif mereka masih rentan dibodohi orang2 BODOH
Bagaimana tidak sya berkta demikian
Miris rasax memikirkn orang2 tak berdosa didholimi penguasa tak berhati manusia
Padahal jika keluarga pelaku  sedikit saja mengenal TIM KOBRA dan mengerti cara kerja TIM KOBRA semua tidak akan terjadi
Kluarga pelaku dibodohi seakan2 untuk membuat pelaku keluar dri tahanan harus menebus kepada tim kobra sebesar  25.000.000
Saya percaya hal itu tidak pernah berlaku untuk Tim Kobra.Betapa teganya orang yg meminta uang itu...
Dan...
Kluargapun percaya mereka memberikn uang sebesar 25.000.000 kepada manusia BODOH tak berhati MANUSIA ini..
Mereka ada digroup ini mereka menyamar komen seakan2 pecinta tim kobra...semoga kalian cepat insaf...dunia hanya sementara saudaraq
Sekedar pengingat
Jadilah manusia yg cerdas
Salam damai saudaraq

Besoknya (12/6/2019), akun yang sama milik Evi Hilman, mengeluarkan postingan kembali yang mengklarifikasi keterlibatan Tim Cobra. Bunyi postingannya sebagai berikut “UNTUK KLARIFIKASI SAJA TERKAIT POSTINGAN SYA KEMAREN SEBENARNYA MAKSUD DAN TUJUAN SAYA BUKAN KEPADA TIM KOBRA MELAINKAN ADA RUMOR BAHWA KELUARGA PELAKU MEMBAYAR KEPADA MEDIATOR...
SYA HANYA INGIN MELURUSKAN SAJA ADA TIDAKNYA UANG TERSEBUT JIKA MEMANG PIHAK KLUARGA PELAKU TIDAK MENGELUARKAN UANG TERSEBUT ALHAMDULILLAH JADI SEMUA TIDAK SIMPANG SIUR BISIK KANAN KIRI SAJA
UNTUK KELUARGA PELAKU SAYA ATAS NAMA PRIBADI MINTA MAAF YANG SEBESAR2X ATAS POSTINGAN SAYA KEMAREN KARNA TELAH MEMBUAT KELUARGA BESAR PELAKU TERKEJUT
KEPADA SEGENAP JAJARAN TIM KOBRA SAYA MOHON MAAF KARNA SUDAH MEMBUAT SEMUA WARGA LUMAJANG RESAH DAN MERAGUKAN KERJA TIM KOBRA
YANG KAMI INGINKAN HANYA KLARIFIKASI SAJA SUPAYA TIDAK TIMBUL FITNAH YANG MERUGIKAN PIHAK TERTENTU

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH langsung mendatangi rumah pelaku mercon dan menemui Imam, Wahid dan seluruh keluarganya untuk mencari informasi, siapa oknum yang meminta uang Rp25 juta seperti yang diposting akun Evi Hilman. Tapi dari pertemuan dengan Kapolres, mereka (Imam, Wahid dan keluarga besar mereka) merasa tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun, dan mereka tidak tahu bagaimana isu fitnah itu bisa muncul dan menyebar. Selama ini tidak pernah ada yang klarifikasi kepada mereka.

Imam mengatakan, “Saya tidak tahu pak tentang isu tersebut, bahkan saya baru mendengarnya tadi pagi melalui Medsos  kalau ada kabar saya dan Wahid mengeluarkan uang Rp25 juta untuk dibebaskan dari ancaman penjara. Apa yang disampaikan ibu Evi Hilman sebagai fitnah, kami tidak pernah di tanyakan oleh dia."

Rifai, bapak Imam mengatakan, “Jangankan uang 25 juta pak, uang 1 juta pun kami tidak pernah punya wong penghasilan kami saja perharinya hanya 25 ribu dan itu untuk membeli beras."

Wahid mengungkapkan," Kami berdua hanya pekerja serabutan pak mana ada kami memiliki uang sebanyak itu."

Istri wahid juga mengungkapkan, “Saya dan suami saya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari saja sudah susah apalagi untuk memberikan uang sebanyak itu. Semua itu bohong pak fitnah itu."

Kapolres merilis hasil pertemuannya di Grup Facebook Sahabat MAS, yang mengklarifikasi sampai saat ini belum ada bukti kalau pelaku mercon membayar Rp25 juta kepada seseorang supaya dibebaskan dari masalah hukum. Adapun bunyi klarifikasi dari Kapolres sebagai berikut:

Kepada Yth member Group sahabat M.A.S. Saya sudah datang langsung menemui keluarga pelaku mercon. Komunikasi intensif kami lakukan untuk mengorek informasi simpang-siur yang beredar.
Imam dan Wahid (pelaku mercon) beserta keluarga besarnya semuanya kompak mengatakan tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun untuk pembebasan mereka.

Dalam pembicaraan, saya perhatikan mulai dari mimik, gesture serta arah bicaranya untuk memastikan ada kebohongan atau tidak. Tapi saya menangkap kesan kejujuran yang disampaikan. Mereka sendiri bingung dengan informasi liar yang beredar, yang mengatakan mereka mengeluarkan sejumlah uang untuk pembebasan mereka.

Untuk benar-benar meyakinkan saya, semua teknik interogasi saya lakukan, dengan cara menghubungkan satu perkataannya dengan perkataan berikutnya sekaligus saya konfrontir dengan keluarganya yang lain. Hasil analisa saya, apa yang disampaikan oleh Imam, Wahid dan keluarganya tidak bohong. Mereka bisa meyakinkan kami kalau mereka tidak pernah pengeluarkan uang sepeser pun untuk pembebasan mereka.

Dan perlu di ketahui profil pekerjaan mereka adalah buruh tani yang diupah sebesar 25 ribu - 30 ribu perhari. Mereka juga tidak punya sapi sebagai tabungan. Bahkan mereka mengatakan tidak pernah memegang uang sejumlah 25 juta rupiah.

Jadi kalau ada isu di masyarakat yang mengatakan mereka memberikan Rp25 juta kepada oknum tertentu supaya dilepas, rasanya tidak mungkin. Bagi mereka uang Rp25 juta itu sangatlah besar.

Setelah ini, saya tentu akan meminta informasi dari yang mengeluarkan statemen. Mungkin ibu Evi memiliki informasi valid, untuk bisa kami telusuri.

Langkah  awal dengan mendatangi langsung korban sudah kami lakukan, dan korban merasa tidak pernah mengeluarkan uang. Langkah kedua, saya ingin pastikan langsung dari ibu Evi, supaya semua bisa terklarifikasi. Saya sangat berterima kasih bila ibu evi mampu membantu saya mengungkap kasus ini. ***

link facebook group sahabat M.A.S
https://www.facebook.com/groups/2097146940360898/?ref=share