21
Rab, Agu
168 New Articles

Demi Rayakan Lebaran Warga Tempursari Lumajang Sikat Sertifikat Tanah

Terduga pelaku

Indonesia 24 Jam
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang 10/6 --  Rabu (6/6/2019) aparat kepolisian  dari Polsek Tempursari Kabupaten  Lumajang mengungkap kasus pencurian sertifikat tanah.  Bermula pada Sabtu (8/5/2017) sekitar pukul 16.30 Wib di Desa Tegalrejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang, korban  Sunari (pria, 60 tahun mengaku  kehilanhan dokumen penting miliknya, yakni surat tanah.

Korban melaporkan kehilangan  tersebut ke pihak Polsek Tempursari selang beberapa hari tepatnya pada tanggal 28 Mei 2019. Berdasarkan keterangan korban, harga jual tanah tersebut masih kisaran Rp80 juta. 

Unit Reskrim Polsek Tempursari  mencari bukti dan menginterogasi saksi terkait kejadian tersebut. Akhirnya dugaan mengerucut pada terduga AKS, pria berusia 31 tahun warga Dusun Tegalbanteng, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Pelaku dalam pemeriksaan mengakui perbuatannya. Ia mengaku mengambil sertifikat tanah milik korban melalui pintu depan rumah korban yag terbuka dan langsung masuk kedalam kamar korban. Ia mengambil sertifikat tanah yg disimpan di kotak kayu dan langsung bergegas meninggalkan rumah korban menuju ke rumah.

 "Selama saya berdinas di Lumajang, ini adalah kasus baru di mana pencurian terhadap sertifikat tanah, yang kemudian digadaikan. Kami akan dalami apakah ada motif lain selain sekadar digadaikan. Di beberapa kasus yang pernah terjadi, sertifikat tanah diubah kepemilikannya, sehingga seakan-akan kepemilikan berubah. Ini memberikan pembelajaran pada kita agar lebih berhati-hati dalam menyimpan surat-surat berharga," jelas Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH di  Lumajang,.Senin (10/6/2019).

 Sementara Kapolsek Tempursari Iptu Agus SH mengatakan pelaku menggadaikan sertifikat tanah tersebut ke orang lain. "Selang 3 hari setelah mencuri sertifikat, pelaku menggandaikan sertifikat tanah ke orang lain atas nama Sutris, warga desa Tegalrejo Kecamatan Tempursari sebesar  Rp2 juta. Ia berdalih uang tersebut akan pelaku gunakan untuk merayakan hari raya bersama keluarga," ungkap Agus. **