Amankan Gudang dan Peralatan yang Digunakan Penyelundup Benih Lobster

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN DPR RI)

Hukum
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 15/5 -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Kepolisian Air dan Udara Polda Jambi membongkar jaringan internasional penyelundupan benih lobster senilai Rp 12,1 miliar di sebuah gudang di Kota Jambi (13/05), sebagai tempat transit benih lobster yang didatangkan dari Jawa sebelum dibawa ke Batam untuk diteruskan ke Singapura, tersangka penyelundup merupakan warga negara Indonesia dan Tiongkok.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo
mendorong Kepolisian untuk mengamankan gudang berserta peralatan yang digunakan oleh pelaku dalam menjalankan aksi penyelundupan benih lobster, serta menindak tegas seluruh pelaku penyelundup termasuk seorang warga nagera Tiongkok yang andil dalam kasus ini.

"Kepolisian agar melakukan penyelidikan dan penyidikan serta mengusut jaringan penyelundup benih lobster internasional, termasuk menangkap pemasok benih lobster tersebut dan pembeli yang berdomisili di China, mengingat benih lobster tidak boleh diperjualbelikan sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 56 tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Ketua DPR juga mendorong Kepolisian, KKP melalui Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk meningkatkan koordinasi dalam melakukan operasi pemantauan di seluruh wilayah di Indonesia, mencakup pintu keluar dan masuk jalur perdagangan seperti bandar udara dan pelabuhan laut. ***