21
Rab, Agu
168 New Articles

Tolak Aksi Massa Selama Sidang MK, Ketua BEM STIE Widya Gama Lumajang: Patuhi Konstitusi

Muhammad Riski Rama Duta

Politik
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Lumajang 11/6 -- Hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan salah satu paslon Presiden dan Wakil Presiden terhadap paslon lain dalam Pemilu 2019 memang baru dikeluarkan pada tanggal 28 Juni 2019 mendatang. Namun demikian, tensi panas politik di Indonesia mulai dirasakan meningkat hingga ke  daerah
Banyak pihak juga memprediksi adanya demo besar besaran di Ibukota Jakarta, khususnya di Kantor MK.

Seperti kita  ketahui, tanggal 21-22 Mei 2019  terjadi demonstrasi besar besaran dari simpatisan salah satu calon presiden dan calon wakil presiden yang merasa dicurangi dalam Pemilu 2019. Demo yang awalnya bersifat damai, berubah menjadi rusuh.

 Menanggapi hal tersebut, banyak pihak yang mencoba meredam dan meminimalisir adanya pengerahan massa yang menuju ke Jakarta, salah satunya dari pihak mahasiswa.  Di antaranya Muhammad Riski Rama Duta, Ketua BEM STIE Widya Gama Lumajang yang cukup kritis serta terus memantau perkembangan putusan dari sidang MK terhadap hasil Pemilu 2019. Ia beranggapan, MK pasti  profesional dengan tak memihak pada salah satu kubu.

 “Saya perwakilan dari mahasiswa yang berasal dari Kota Lumajang sangat menolak demonstrasi yang bersifat kerusuhan selama sidang MK berlangsung. Saya yakin dan percaya, mereka yang duduk di Mahkamah Konstitusi adalah orang- orang profesional jadi tak perlu lagi kita turun ke jalan apalagi yang bersifat anarkis. Jangan sampai bangsa kita diadu domba oleh elite politik maupun kelompok tak bertanggung jawab. Kita sudah sangat dewasa, sudah seharusnya kita menerima keputusan bersama dengan lapang dada," ucap Riski. ***